Internasional

WNI Ditangkap Polisi di Nagoya Terkait Kepemilikan Sertifikat Kecakapan Bahasa Jepang Palsu

Seorang warga negara Indonesia (WNI) dan Vietnam ditangkap oleh Polisi Perfektur Aichi karena memalsukan sertifikat bahwa mereka lulus Tes Kecakapan Bahasa Jepang (JLPT). Mereka yang ditangkap adalah pekerja Indonesia, Nacep Qohar Zamil(21) dan pekerja perusahaan Vietnam, Go Zui Han (28). Jika lulus Tes Kecakapan Bahasa Jepang, biasanya akan diberikan perlakuan istimewa di Jepang dan pekerjaan sesuai dengan lima level JLPT.

Keduanya akan mengirimkan foto wajahnya dan tanggal lahir ke pemalsu di luar negeri. Mereka telah meminta sertifikat JLPT palsu tersebut. "Saya meminta 11.000 yen hingga 15.000 yen per orang saat dijual ditawarkan di Facebook," kata Nacep Qohar Zamil menanggapi penyelidikan yang dilakukan kepolisian.

"Saya melakukannya, saya akui karena saya mendapat status tertentu di Jepang apabila memiliki sertifikat JLPT tersebut," kata Go Zui Han kepada polisi. Di Bea Cukai Nagoya, ada 8 sertifikat lain yang diduga hasil pemalsuan, dan polisi berupaya untuk mengklarifikasi keseluruhan. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan kepolisian dan penggerebekan akan terus dilakukan ke beberapa tempat dalam waktu dekat ini karena diduga masih ada pelaku lainnya.

Kartu palsu lainnya seperti Zairyu Card juga telah diperjualbelikan oleh oknum WNI di Jepang dan 25 orang kini telah ditangkap polisi Jepang dan masuk penjara akibat tindak pidana tersebut. Penjualan dan atau pembelian kartu atau sertifikat palsu di Jepang dianggap tindak pidana dan dapat dipenjara 3 tahun atau denda 3 juta yen. Diskusi mengenai kerja di Jepang dapat dilakukan gratis dengan Admin wanita Indonesia yang sangat ketat dalam menyeleksi lowongan kerja posting lewat facebook:

Akun ini menjamin calon tenaga kerja terhindar dari penipuan apabila mengontak pemosting Utama di FB tersebut.