Metropolitan

Warga Kasihan terhadap Para Pencari Suaka di Trotoar Jalan Kebon Sirih

Sebagian Trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat nampak padat dengan para imigran asal Afganistan, Somalia dan Sudan yang tengah mencari suaka sejak pekan lalu. Tak ayal, kehadiran mereka yang memenuhi trotoar sedikit berdampak pada lintasan para pejalan kaki. Salah seorang warga, bernama Sitorus sempat menaruh perhatian pada banyaknya pengungsi di Jalan Kebon Sirih itu.

Namun ia mengaku sama sekali tidak terganggu akan kehadiran mereka. Malah, Sitorus merasa kasihan melihat kondisi para pengungsi yang bertahan di bibir trotoar tersebut. "Terganggu sih nggak, cuma saya kasihan aja. Kasihan, prihatin," ungkapnya di lokasi, Selasa (9/7/2019) petang. Sama halnya dengan Sitorus, Donda seorang wanita yang kebetulan melintas sempat menaruh perhatiannya pada salah seorang anak pengungsi berambut pirang.

Donda merasa kasihan dengan anak tersebut yang menghabiskan waktu bermainnya di pinggir jalan, di bawah teriknya sinar matahari tanpa atap yang meneduhi. Ia pun sempat memanggil si anak kecil yang terlihat aktif tersebut, untuk diajak bermain. "Hai (menyapa anak kecil), sini dek main. Ya ampun lucu banget dia," ungkapnya lirih.

"Kasihan, aku nggak tega nggak bisa bilang apa apa. Kita doain aja yang penting mereka nggak selamanya begitu. Doa supaya mereka tidak berlarut larut. Kita sama sama manusia, punya hati," ujar Donda. Menurutnya, ia memang sepintas merasa terganggu dengan kehadiran para pengungsi yang penuhi trotoar. Namun dirinya tidak ambil pusing. Sebab hal itu tertutup dengan perasaan simpati yang cukup besar terhadap keadaan mereka.

"Kalau sepintas memanf merasa terganggu, cuman saya nggak ambil pusing. Selama mereka nggak ganggu kita, aman aja," terang Donda.