Nasional

Teroris Tak Kenal WFH Ancaman Terorisme di Tengah Pandemi Covid-19 wajib Diwaspadai

Densus 88 Mabes Polri terus bekerja menangkap sejumlah terduga teroris di tengah pandemi virus corona (Covid 19) dalam beberapa bulan terakhir. Menurut mantan napi teroris, Sofyan Tsauri, hal ini tidak bisa dianggap sepele. Sejumlah penangkapan ini menjadi bukti jaringan teroris tetap bekerja meski ada pandemi virus corona.

"‎Saya minta Densus 88 fokus ke kelompok rentan yang memanfaatkan situasi pandemi ini. Penangkapan oleh Densus 88 di sejumlah daerah, dapat diindikasikan mereka memang merencanakan aksi. Ini jangan dianggap enteng," ujar Sofyan Tsauri dalamchannel YouTube‎ SekaliLagi.id bertema Mewaspadai Kejahatan Terorisme di Era Corona pada Rabu (6/5/2020). Selain kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang sering ditangkap Densus 88, menu‎rut Sofyan Tsauri ada kelompok teroris lainnya juga berupaya 'menggoreng' situasi saat ini untuk membuat kekacauan. "Narasi narasi pemerintah tidak mampu menangani virus corona, hingga kesulitan ekonomi terus disuarakan kelompok teroris lain untuk membuat kekacauan. Situasi inilah yang ditunggu oleh mereka. Ketika negeri ini kacau, disitu para teroris atau jihadis mengambil dan memanfaatkan situasi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Terorisme Universitas Indonesia (UI)‎, Ridlwan Habib juga menyatakan ancaman teroris di tengah pandemi corona harus diwaspadai karena teroris tidak mengenal ‎Work Form Home (WFH). "Soal adanya kemungkinan serangan terorisme di pandemi corona memang harus diwaspadai. Karena teroris tidak mengenal Work Form Home (WFH). Mereka tidak kenal istilah WFH, jadi memang kita harus persiapan, waspada," tegasnya. ‎Lantas bagaimana cara mengantisipasinya? Ridlwan menjelaskan aparat intelijen baik itu BIN, BNPT, Mabes Polri hingga Paspampres harus memperkuat pengamanan khususnya pada obyek vital nasional.

"BIN, BNPT, Polri, sampai Paspampres harus perketat pengamanan. Kelompok JAD selalu menyerang simbol silbol seperti istana, Polri dan institusi lain yang dipandang sebagai tohud," ujarnya.