Internasional

Tempat Ritual Kaisar Jepang Senilai 957 Juta Yen Dipenuhi Puluhan Ribu Pengunjung Daijokyu

Daijokyu atau lokasi tempat perayaan ritual Shinto, seremoni tradisional pentahtaan Kaisar baru Jepang yang disebut Daijosai, dibuka untuk umum sejak 21 November sampai dengan 8 Desember 2019. Daijokyu dibangun selama tiga bulan oleh kontraktor Shimizu Construction Co.Ltd dengan mengerahkan 120 tukang kayu khususnya membangun 30 bangunan kayu (kecil termasuk 3 bangunan utama) di dalam Azuma Gyoen, taman bagian timur di dalam lokasi kekaisaran Jepang untuk acara Daijosai. Bangunan tersebut dibangun dengan biaya 957 juta yen dan mulai 21 November 2019 sudah dibuka untuk umum.

Setelah 8 Desember 2019, seluruh bangunan akan dihancurkan sebagai lambang dari tanah kembali ke tanah, selesainya "pertemuan dengan dewa matahari" beserta persembahannya dari berbagai daerah di Jepang kepada dewa matahari diwakili beras Tochigi (wakil Jepang timur) dan beras Kyoto (wakil Jepang barat). Kompleks bangunan terdiri dari tiga besar, bangunan kiri untuk perlambang Jepang barat dan bangunan kanan untuk perlambang Jepang timur serta bangunan tengah bagi Kaisar sebagai perlambang yang menyatukan semua wilayah di Jepang. Acara Daijosai dimulai sejak abad ke 7 dan kini pergantian Kaisar heisei ke Kaisar Reiwa, Naruhito telah berlangsung tanggal 14 November 2019 secara resmi.

Namun peralihan kekuasaan kekaisaran resmi sejak 1 Mei 2019 menjadi zaman Reiwa. Dari sekitar 30 bangunan, pengunjung hanya boleh melihat dari luar saja, tidak boleh masuk ke dalam, ada tiga bangunan utama yaitu Kairyuden di mana Kaisar dan Permaisuri melakukan seremoni pemurnian mengubah pakaiannya sebelum acara seremoni dilakukan. Lalu Yukiden, bangunan di mana malam 14 November 2019 Kaisar mempersembahkan beras terbaru pilihannya kepada roh pendahulu atau kepada Dewi Amaterasu (Amaterasu ōmikami), sebagai rasa terima kasih dan berharap perdamaian serta panen yang sukses, juga untuk kesejahteraan masyarakat dan negara Jepang.

Lalu bangunan Sukiden di mana Kaisar menantikan masuknya tanggal 15 November dan melakukan ritual yang sama seperti di Yukiden. Ritual berlanjut hingga matahari akan terbit sekitar jam 3 pagi selesai acara tersebut. Dua bangunan di kiri (barat) dan di kanan (timur) untuk anggota kekaisaran pria disebut bangunan Omi akusa.

Sedangkan bangunan untuk kalangan wanita di tengah tengah dengan nama Dengai omi akusha. Para tamu yang menghadiri acara ritual tersebut agak jauh diletakkan di gedung Akusha yang sangat sederhana seperti tenda putih. Lalu segera dihancurkan setelah seremoni selesai.

Sedangkan tempat sake dan makanan Jepang diletakkan dan dipersiapkan di bagian semacam dapur yang bangunannya disebut dengan nama Kashiwa ya. Ada pula tempat beras baru dipanen disimpan mewakili dari 47 perfektur di dua bangunan yang disebut Niwazumi no choden. Sedangkan gudang penyimpanan beras disebut Saiko.

Tempat di mana api harus tetap menyala selama seremoni ditaruh di gedung dengan nama Teiryosha. Sedangkan para musisi dan seniman penyanyi di dua lokasi gedung (barat dan timur) yang dinamakan Fuzokuuta kuzu no inishieburi no aku. Mereka menyanyikan lagu tradisional "Kuzu" dan membaca puisi kekaisaran "Waka" untuk distrik Yuki dan Suki.

Sedangkan tempat alat musik dan musisi dua lokasi lagi di tempat bangunan yang bernama Gakusha. Ada pula tempat lain untuk para penjaga, tempat lentera dan sebagainya yang sangat detil terinci di dalam Daijokyu tersebut. Setelah 8 Desember 2019 semua akan diratakan menjadi tanah datar dan tidak sedikit warga Jepang menyayangkan, meski mereka memahami tujuan pembongkaran tersebut.

Penghapusan bangunan dengan biaya ratusan juta yen itu karena dibuat pada awalnya untuk tempat bertemu Kaisar dan permaisuri dengan Dewi Matahari. Tempat sakral dan hanya untuk orang titisan Dewa Matahari para Kaisar Jepang saja bukan untuk orang awam. Itulah sebabnya diratakan dengan tanah setelah upacara selesai. Bagi yang mau ke sana, harus masuk lewat Pintu Sakashita mon saja saat ramai Sabtu, Minggu dan hari libur.

Sedangkan pintu ke luar ke Kita hanebashimon dan ke Hirakawamon atau Otemon. Ada lagi pintu masuk dari Nishi hanebashi. Namun sangat disarankan hanya lewat pintu masuk Sakashita mon saja. Sakashita mon kita turun di stasiun kereta api bawah tanah Nijubashimae, ke luar ke exit B 6 atau kalau mengenal Bank BNI Tokyo, menyeberang jalan dari sana menuju wilayah kekaisaran masuk ke Sakashita mon. Ikuti saja arah banyak orang masuk di sana, satu arah dan banyak polisi pula menjaga kunjungan warga yang mau lihat Daijokyu.

Para petugas penunjuk arah juga ada di sana, namun semua bicara dalam bahasa Jepang. Pemeriksaan dilakukan untuk tubuh kita dan pemeriksaan barang yang kita bawa semua oleh petugas kepolisian Jepang. Satu yang penting diingat, tidak boleh memotret menggunakan tongsis atau tongkat selfi.

Ada polisi DJ juga ikut menyuarakan pengumuman berdiri di atas mobil polisi khusus untuk DJ Police. Jadi jangan takut kesasar jika hendak ke sana walaupun tidak mengerti bahasa Jepang. Kesempatan berharga seumur hidup sekali saja. Bagi para penggemar Jepang dapat berkumpul berdiskusi lewat WAG Pecinta Jepang, silakan kirimkan nomor whatsapp email ke: [email protected]