Internasional

Tak hendak Kecolongan Asing Pemerintah Jepang Awasi Secara Ketat 518 Perusahaan Terdaftar

Pemerintah Jepang menyoroti lebih ketat lagi 518 perusahaan terdaftar di Jepang setelah revisi UU Valuta Asing dikeluarkan 8 Mei lalu. Daftar 518 perusahaan Jepang yang memiliki saham orang asing dan mendapat sorotan pemerintah Jepang dapat dilihat di : Jumlah 518 perusahaan tersebut memiliki nilai transaksi cukup besar sekitar 14 persen dari seluruh transaksi yang terjadi dilakukan semua perusahaan listed di pasar modal Jepang.

Dengan adanya revisi UU Valuta Asing tersebut pemeriksaan terhadap mereka akan dilakukan 7 Juni 2020 khususnya mengenai kepemilikan saham oleh pihak asing. Undang Undang Valuta Asing yang direvisi diberlakukan pada sesi Diet (parlemen) sidang luar biasa pada bulan November 2019, diefektifkan 8 Mei lalu. Mengenai standar pemberitahuan awal yang diperlukan ketika modal asing mengakuisisi saham perusahaan yang ditunjuk, rasio kepemilikan saham akan diperketat dari "10 persen atau lebih" nantinya hanya boleh menjadi "1 persen atau lebih".

Lembaga keuangan asing dikecualikan dari pelaporan sebelumnya jika mereka memenuhi persyaratan seperti tidak terlibat dalam manajemen. Karena tidak terlibat dalam manajemen, hampir tidak berdampak pada investor yang biasanya membeli dan menjual saham. Investor seperti sovereign wealth fund (SWF) perlu memberi tahu industri inti terlebih dahulu.

Industri inti adalah 12 bidang seperti senjata, pesawat terbang, ruang angkasa, tenaga nuklir, keamanan dunia maya, listrik dan gas. Daftar ini mencakup perusahaan yang berperan dalam infrastruktur seperti Mitsubishi Heavy Industries, yang memproduksi pesawat tempur, Toshiba, yang memiliki bisnis nuklir, dan TEPCO Holdings. Toyota Motor Corporation, SoftBank Group, Yamato Holdings, dan sebagainya. Setelah penyebaran virus corona, Kementerian Keuangan berencana untuk menambah perangkat medis canggih seperti vaksin, obat obatan, dan ventilator yang terkait dengan penyakit menular ke industri inti.

Oleh karena itu, jumlah perusahaan sasaran cenderung meningkat lebih lanjut di masa depan. Kementerian Keuangan telah mengumumkan perusahaan yang ditunjuk yang tidak memerlukan pemeriksaan yang ketat seperti industri inti, tetapi tetap diminta laporan pasca pandemi. Sebanyak 42 persen dari perusahaan yang terdaftar atau 1.584 perusahaan diperlakukan demikian. Misalnya maskapai penerbangan seperti Japan Airlines dan perusahaan kereta api regional.

Sementara investor yang telah dihukum karena melanggar hukum valuta asing di masa lalu juga akan diminta untuk memberi tahu perusahaan perusahaan yang dimiliki sebelumnya. Kementerian Keuangan tidak akan mengungkapkan alasan mengapa hal itu dimasukkan ke dalam daftar karena dapat membocorkan rahasia isi bisnis masing masing perusahaan. Daftar perusahaan itu sendiri akan ditinjau secara teratur di masa depan, tetapi waktu dan metode pemeriksaan belum diputuskan.

Pelaku pasar modal ada yang memiliki keprihatinan bahwa peningkatan keterlibatan pemerintah akan menjadi "salah satu faktor yang menghindarkan saham Jepang secara keseluruhan." Mengenai UU Valuta Asing yang direvisi, ada kekhawatiran bahwa investor luar negeri yang membeli dan menjual saham setiap hari juga akan dibebani dengan prosedur administrasi. Kementerian Keuangan memiliki sejarah pelonggaran aturan sehingga sebagian besar investor dapat membebaskan pra penyaringan.

Sementara itu pemerintah Jepang juga merupakan pemegang saham dari hampir 30 perusahaan seperti Tokyo Metro, Bandara Narita, dan 6 jalan raya, yang merupakan perusahaan tidak terdaftar di pasar modal. Pemegang saham 30 perusahaan di mana sedikitnya sepertiga saham milik pemeriintah Jepang tersebut adalah "Menteri Keuangan" serta tiga perusahaan yaitu Japan Tobacco Inc., Japan Post Holdings Co., Ltd. dan NTT Co.Ltd. Pada tiga perusahaan itu saja pemerintah Jepang memiliki saham sedikitnya 10 triliun yen.

"Proteksi banyak perusahaan inti Jepang dimaksudkan untuk pengamanan negara juga agar faktor keamanan dalam negeri negara tidak kecolongan oleh pihak asing," lanjut sumber itu. Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: [email protected]