Internasional

Selebriti Muda Jepang Indonesia Itu Apaan ya

Seorang wanita selebriti muda Jepang mengaku tidak tahu apa itu Indonesia. Hal ini terungkap saat selebriti itu hadir dalam sebuah acara kuis di televisi terkenal Jepang, NTV dengan judul program "Apa itu ya? Kuis memori ambigu", Minggu (23/2/2020) jam 12.02 waktu Jepang (10.02 WIB). Peserta kuis ini terdiri dari 9 orang terdiri dari aktor terkenal, penyanyi, selebriti muda Jepang, wanita satu satunya.

Pada saat pertanyaan diajukan, "Tolong beritahukan yang mana bendera Indonesia?", sari sembilan peserta yang dipimpin tamu Hiroshi Shinagawa, hanya 3 saja yang benar. Ini artinya hanya 30 persen saja yang tahu mana bendera Indonesia, merah putih. Lebih menarik lagi adalah jawaban seorang selibriti wanita muda Jepang.

Saat ditanyakan silakan pilih jawaban, mana yang bendera Indonesia, wanita muda itu malah balik bertanya. "Indonesia itu apaan ya?" tanya selebriti wanita muda tersebut langsung disambut tawa keras semua peserta. Inilah kenyataan yang ada di Jepang, masih banyak yang belum tahu dan belum mengenal Indonesia.

Demikian pula jawaban yang salah 5 orang yang menjawab dan menyangka Polandia sebagai bendera Indonesia, warna putih di atas, sementara di bawah warna merah. Info lengkap dan diskusi Jepang bisa bergabung ke WAG Pecinta Jepang kirimkan email nama lengkap dan alamat serta nomor whatsapp ke: [email protected] Sumiyanto sudah 14 tahun bekerja di Jepang sejak tahun 2006 lalu.

Sejak tiga tahun lalu Sumiyanto menjadi team leader yang membawahi 6 karyawan Jepang untuk rumah kaca (onshitsu) yang dipimpinnya. Sumi yang beristrikan warga Jepang, Ayako, memiliki 2 anak (putera 12 tahun dan puteri 6 tahun). “Awalnya memang berat untuk mengurus bunga Kiku (Chrysantinum) yang cukup sensitif, tidak mudah dipelihara karena harus tepat tanggal 1 November berkembang," ujar Sumiyanto.

Namun dengan belajar sendiri dan dibantu teman teman seniornya, Sumi bisa berhasil memelihara dan mengembangkan bunga kiku hingga 2017 lalu dipindahkan ke rumah kaca hingga kini. "Mungkin mereka melihat saya bisa menjaga, memelihara dan mengembangkan bunga Kiku dengan baik sehingga dipindahkan ke bagian rumah kaca sebagai pemimpin di sini," lanjutnya. Di rumah kaca semakin berat tugasnya karena salah satunya harus menjaga dan memelihara tanaman langka zaman Meiji agar bisa tetap terpelihara dengan baik.

"Itu tumbuhan langka, dulu cuma ada lima pohon tapi kini berhasil saya tumbuh kembangkan menjadi banyak," kata Sumi. Latar belakang belajar gamelan kerawitan di ISI Solo, warga asal Klaten anak ke 7 dari 9 bersaudara itu mengakui senang dengan tumbuhan setelah datang ke Jepang. "Seperti hobi saja saya suka dan kadang sambil kerja saya melantunkan lagu seolah bunyi gamelan berbunyi di telinga saya sambil bekerja membenahi tumbuhan dan pohon buah buahan di sini," ujarnya.

Melihat itu pengunjung pun mengira hanya anak pemagang asing saja yang bekerja di rumah kaca itu. Ternyata team leader rumah kaca tersebut yang dikontrak 5 tahun sudah diperpanjang dua kali selama ini. Shinjuku Gyoen taman umum di Shinjuku Tokyo awal mulanya milik kekaisaran Jepang lalu diambil alih negara.