Nasional

Sandiaga Uno Beberkan Apa yang Disiapkan Prabowo Saat Ini Wacana Rekonsiliasi dengan Jokowi

Sandiaga Uno menyebut Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat ini tengah bersiap untuk rekonsiliasi dengan Presiden terpilih RI, Joko Widodo. Dikatakan oleh Sandi, pihaknya baru saja berkoordinasi dengan Prabowo terkait wacana rekonsiliasi. Sandi menyebut komunikasi tentang rekonsiliasi akan dilakukan lewat satu pintu.

Yakni langsung antara Prabowo dan Jokowi tanpa perantara pihak manapun. Sandi juga menyebut, Prabowo lah yang akan menentukan waktu rekonsiliasi. "Jadi satu pintu saja melalui Pak Prabowo," imbuhnya.

Terkait kapan waktu rekonsiliasi tersebut, Sandiaga mengaku belum tahu. Namun pihaknya memastikan pertemuan tersebut akan dilakukan segera. Lebih lanjut, Sandiga mengatakan saat ini Prabowo sedang mempersiapkan gagasan gagasan dari Koalisi Adil Makmur yang bisa diterapkan menjadi agenda pembangunan yang bisa dilaksanakan oleh presiden dan wakil presiden terpilih.

"Tentunya (rekonsiliasi) segera ya," kata Sandi. "Pak Prabowo juga lagi menyusun satu pemikiran, rencana rencana Koalisi Adik Makmur yang dulu ingin diterapkan dipastikan terus menjadi agenda pembangunan ke depan," pungkasnya. Diketahui, banyak pihak yang mengharapkan kubu Joko Widodo Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto Sandiaga Uno untuk segera berdamai setelah putusan MK dibacakan.

Perdamaian di antara keduanya begitu dinanti untuk menyatukan akar rumput yang sebelumnya sempat tersekat perbedaan pilihan politik. Upaya rekonsiliasi terus diusahakan oleh berbagai pihak. Para elite yang menjadi kunci pun harus bersedia berdamai demi kepentingan bangsa. Namun, rekonsiliasi seperti apa yang akhirnya akan menyatukan dua kubu berseberangan ini, masih menjadi pertanyaan.

Diberitakan sebelumnya,Prabowo Subianto angkat bicara soal rencana pertemuannya dengan Joko Widodo. Hal itu diungkapkan oleh Prabowo saat menjawab pertanyaan awak media usai menggelar jumpa pers pasca sidang putusan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6/2019) malam. Namun jawaban Prabowo diniali masih mengambang dan belum spesifik menyebutkan waktunya.

"Nanti diatur," kata Prabowo menjawab pertanyaan wartawan. Terkait kapan pertemuan akan berlangsung, Prabowo justru berkelakar meminta para awak media yang mengatur pertemuan tersebut. "Kamu aja yang ngatur," kata Prabowo yang kemudian berlalu meninggalkan lokasi jumpa pers.

Sementara itu,Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai, salah satu faktor yang menghambat pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan sang rival Prabowo Subianto, adalah fragmentasi politik yang besar di masyarakat Indonesia. Menurut Adi, Pilpres 2019 berdampak fragmentasi yang besar di masyarakat dibandingkan Pilpres 2014. Ekstremnya fragmentasi itu membuat Prabowo akhirnya mempertimbangkan masak masak rencana pertemuannya dengan Jokowi demi menghormati pendukungnya.

"Prabowo ingin menghormati pendukungnya yang sejauh ini masih menganggap pemilu 2019 curang. Jadi, kalau tiba tiba Prabowo bertemu Jokowi dan memberikan ucapan selamat, pendukungnya akan menganggap hal itu tidak wajar," ujar Adi kepada Kompas.com, Senin (1/7/2019). Meski demikian, bukan berarti rencana pertemuan itu tertutup rapat rapat. Berdasarkan narasi yang dibangun sejumlah elite di kubu Prabowo, Edi tetap yakin pertemuan akan tetap dilaksanakan.

Hanya saja, publik harus sedikit bersabar. "Publik juga harus sabar karena fragmentasi politik membuat pendukung Prabowo juga tidak bisa langsung move on." "Kalau Pilpres 2014 memang lebih mudah bagi Prabowo dan Jokowi bertemu karena fragmentasi politiknya tidak ekstrem," papar dia.

"Sekarang logikanya dibalik, Prabowo dan Sandi harus mengucapkan selamat kepada Jokowi Ma'ruf, kan pemilu sudah selesai, hormatilah rakyat Indonesia," sambung dia. Lebih jauh menurut Adi, apabila analisisnya ini benar, langkah Prabowo tersebut sejatinya kurang elok. Semestinya, dengan berakhirnya pesta demokrasi, Prabowo lebih mengutamakan kepentingan bangsa dibandingkan kelompoknya sendiri.