Internasional

Rudal Nuklirnya Berpotensi Serang Daratan AS Kim Jong Un Dikabarkan Bangun Pangkalan Rahasia

Sebuah kabar berhembus tentang Kim Jong Un yang dikatakan sedang membangun pangkalan militer rahasia. Menurut laporan yang beredar, rudal nuklir di dalamnya bisa menyerang Amerika Serikat dari segala arah. Isu ini disinyalir datang dari sebuah gambar satelit, sebagaimana laporan dari .

Citra satelit itu menunjukkan Korea Utara sedang membangun tempat penyimpanan dan perakitan raksasa untuk gudang senjata balistiknya. Negara komunis ini terus maju dengan rencana rencana nuklirnya, sementara dunia sedang dilanda wabah. Pangkalan baru itu berada di dekat bandara utama di Pyongyang.

Pangkalan militer tersebut mencakup area penyimpanan bawah tanah. Selain itu juga bangunannya cukup tinggi untuk menampung rudal balistik Hwasong 15 yang mengerikan. Sebelumnya, Sun Online pernah melaporkah bahwa Kim Jong Un mengartikan rudal tersebut sebagai 'game changer' karena bisa menjangkau semua musuh.

Menurut analisis baru oleh think tank yang berbasis di Washington, pangkalan militer besar itu kemungkinan akan selesai pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. "Sementara fungsi tepatnya dari fasilitas tidak jelas, konfigurasi dan ukuran bangunannya dan UGF (fasilitas bawah tanah) menunjukkan dapat digunakan untuk perakitan rudal balistik dari komponen yang dikirim dengan kereta api dari pabrik pabrik terdekat," kata Pusat untuk Studi Strategis dan Internasional. Penulis laporan ini, Joseph Bermudez mengatakan 'Fasilitas Pendukung Rudal Balistik Sil li' bisa menampung semua rudal balistik Korea Utara.

Menurut laporan tempat itu memuat tiga bangunan besar mirip hangar. Salah satunya dapat menampung Hwasong 15 setinggi 74 kaki dalam posisi tegak lurus. Ia juga bisa menyimpan 'transporter erector launcher' seluler atau TEL di mana nuklir dapat dipindahkan ke seluruh negeri untuk membuatnya lebih sulit untuk ditargetkan sebelum diluncurkan.

Ada sekitar 17 pangkalan dan barak pertahanan udara dalam jarak tiga mil dari pangkalan. Dimana sepanjang lokasi ini dilindungi oleh rudal darat ke udara. Ketika Hwasong 15 diuji menembak pada November 2017, media pemerintah Korea Utara mengatakan itu adalah sistem persenjataan roket balistik antar benua yang mampu membawa hulu ledak nuklir super berat dan menyerang seluruh daratan AS.

Gambar gambar satelit dari situs tersebut menunjukkan bahwa bangunan bangunan tersebut terhubung oleh jaringan jalan luas yang dapat membantu memindahkan truk besar dan peluncur rudal balistik, menurut Times. Sebelumnya, selama 2018 Korea Utara dan AS bernegosiasi tentang ambisi nuklir Kim yang kontroversial. Negosiasi ini membuahkan tiga pertemuan terpisah antara Kim dan Presiden Trump.

Sebelum pertemuan puncak pertama mereka di Singapura, Kim setuju untuk menunda uji coba nuklir dan ICBM. Janji ini nampaknya sudah dipertahankan Kim hingga saat ini. Pembicaraan itu akhirnya gagal karena desakan Trump pada denuklirisasi Korea Utara dan permintaan Kim untuk penghapusan sanksi internasional.

Kemudian pada pertemuan puncak di Hanoi, Trump bersikeras untuk melakukan perjanjian mengehentikan persenjataan Kim. Dia mengatakan Korea Utara harus menyerahkan semua persenjataan nuklirnya serta stok senjata kimia dan biologi. Namun Kim menegaskan bahwa kedua pihak pertama tama harus membangun kepercayaan melalui serangkaian perjanjian yang lebih rendah.

Dia menawarkan untuk menutup pabrik nuklirnya di Yongbyon dengan imbalan penghapusan sebagian sanksi internasional. Namun tawaran tersebut ditolak mentah mentah oleh Trump. Perkembangan terakhir, awal tahun ini Kim mengirim ancaman kepada AS akan melepaskan senjata strategis yang baru.

Kim bahkan mengecam AS dan mengatakan bahwa negeri paman sam akan menderita karena berkonflik dengan Korea Utara.