Metropolitan

Puluhan Pelaku Penyerangan Penjaga Lahan Sengketa di Kalimalang Diduga Orang Suruhan

Puluhan pelaku aksi penyerangan6 penjaga lahan di Jalan KH Noer Ali samping Apartemen Lagoon, Bekasi Selatan, diduga orang suruhan. Kuasa hukum korban, Budiono, mengatakan lahan yang dijaga selama ini merupakan lahan sengketa yang kasus perdatanya masih disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bekasi. Selama ini ahli waris atas nama Acam bin Mendung dan M Zaelani Hamid memperkerjakan tujuh penjaga yang dipimpin Dani.

Dani meninggal saat diserang para pelaku pada Jumat (21/6/2019). Menurut Budiono dari tubuhnya ada bekas tiga luka tembak yang diduga dari senjata api jenis FN. "Perkarasengketalahanmasih porses, tinggal nunggu saja kesungguhan polisi mengungkap kasuspenyerangantersebut," ungkap Budiono. Dani tewas dengan tiga luka tembak di kaki, perut dan punggung.Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Ambon, Maluku.

Tiga proyektil masuk ke dalam tubuh korban.Budiono sebelumnya menduga pelaku menggunakan senapan FN kaliber 09. Sementaralimalainnya, yakni Daniel tertembak di paha, Heri luka bacok di bahu kiri, Tito lecet di perut, Stevanus luka robek di tangan kanan, Hendrikus luka robek di kaki kanan dan dagu. Lima korban selamat sejauh ini telah diperiksa pihak KepolisianPolresMetroBekasiKota.Satu orang masih dalam perawatan di RSUD Kota Bekasi lantaran kondisinya masih mengalami luka akibat tembakan senjata api.

"Semua sudah diperiksa korban yang ada di tempat kejadian, satu orang masih di rawat kondisinya belum bisa begerak karena luka tembak di bagian paha sebelah kanan," jelasBudiono. Selain menjaga lahan, para korban membukan jasa pencucian kendaraan.Dani dan kawan kawannya, kata Budiono telah bekerja menjaga lahan itu selama bertahun tahun dan baru kali ini mendapatkanpenyerangan. "Informasi terakhir masih proses penyelidikan dulu, tinggal nunggu polisi aja buat ngungkap kasus ini," tegasnya.

Para pelaku yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang membakar tiga unit sepeda motor milik korban.Mereka datang tiba tiba, setelah sebelumnya mematikan listrik terlebih dahulu dan langsung mengincar Dani. Korban selamat sempat berupaya mendekat ketika pelaku terlibat keributan dengan Dani. Namun para pelaku justru menembakkan senjata api dan menyerang secara membabi buta dengan kayu, batu, beling, hingga senjata tajam. Kasubag HumasPolresMetroBekasiKotaKompol Erna Ruswing Andari mengatakan, sejauh ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Pihaknya menerjunkan petugas khusus untuk menjaga lahan setelah insidenpenyeranganyang menewaskan satu orang korban jiwa. "Masih dilidik ya, saksi sudah kita periksa lokasinya juga kita jaga 24 jam," singkatdia. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan korban Dani dan kelima anak buahnya tengah berada di sebuah bangunan semi pemanen di atas lahan tersebut.

Menurut Indarto, tiba tiba sekelompok orang tidak dikenal datang dan langsung menyerang. "Datang sekitar 20 orang cekcok dan terjadipenyerangan," jelas Indarto kepada wartawan diPolresMetroBekasiKota, Sabtu (22/6/2019). Polisi masih menyelidki kasuspenyerangantersebut. Garis polisi juga sudah dipasang di sekitar tempat kejadian perkara.

"Kita masih lidik motifnya apa," jelas dia.