Corona

Presiden Perintahkan Menteri & Gugus Tugas Kendalikan Arus Balik Cegah Gelombang Kedua Corona

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran kementerian serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 agar mengendalikan arus balik idul fitri 1441 Hijriah. Tujuannya agar tidak terjadi gelombang ke dua penyebaran Covid 19. "Saya ingin menekankan beberapa perhatian, baik kepada para menteri maupun ketua Gugus Tugas. Ini penting untuk kita kendalikan agar tidak terjadi sirkulasi bulak balik dalam penyebaran virus yang berpotensi untuk memunculkan gelombang yang kedua," kata Presiden dalam rapat terbatas percepatan penanganan Pandemi Covid 19, Rabu (27/5/2012).

Terutama menurut Presiden arus balik ke wilayah Jabodetabek. Sehingga, tingkat penularan virus dapat ditekan atau R0 atau R nought (R0) berada di bawah 1. "Saya melihat data tadi pagi trend untuk R0 atau RT DKI Jakarta sudah dibawah 1, sehingga ini harus kita tekan agar lebih menurun lagi," kata Presiden. Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memperpanjang pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 selama sepekan hingga 7 Juni 2020 nanti.

Hal ini sebagai upaya untuk menekan jumlah arus balik kendaraan khususnya ke ibu kota usai Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah.‎ Sebelumnya Operasi ini dijadwalkan mulai 24 April hingga 31 Mei 2020. "Operasi Ketupat akan berakhir tanggal 31 tapi saya sudah memerintahkan Asops Kapolri dan Kakorlantas untuk melanjutkan selama tujuh hari sampai 7 Juni dengan operasi rutin yang ditingkatkan," ujar Idham Azis di Kantor NTMC Polri, Jakarta, Selasa (26/5/2020) usai rapat konferensi virtual dengan seluruh jajaran Direktorat Lalu Lintas di 34 Polda.

Idham Azis berharap dengan dua pekan sisa waktu pelaksanaan Operasi Ketupat, semua pihak dapat disiplin dan mematuhi aturan sehingga upaya pencegahan penularan Covid 19 bisa maksimal. "Dengan operasi rutin yang ditingkatkan, kita yakinkan benar benar setelah tanggal 7 Juni itu semua situasi sudah kembali normal," tutur mantan Kapolda Metro Jaya itu. Dikenaiberdasarkan data Korlantas Polri, jumlah total kendaraan pemudik yang diputar balik selama 32 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 atau sejak 24 April hingga 25 Mei 2020 sebanyak 82.604 kendaraan.

Kendaraan kendaraan tersebut mulai dari mobil pribadi, travel, mobil sewaan hingga sepeda motor terpaksa diberi sanksi putar balik karena terindikasi akan mudik. Selama pelaksanaan operasi sejak 24 April hingga 7 Juni 2020, sebanyak ‎171 ribu personel gabungan Polri TNI dan instansi terkait dilibatkan mengawal larangan mudik Lebaran 2020 selama masa pandemi.