Nasional

Peserta PKN LAN Helat Benchmarking Virtual menuju 8 Negara Bahas Strategi UMKM di Tengah Pandemi

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV Lembaga Administrasi Negara (LAN) melakukan benchmarking virtual ke sejumlah negara. Benchmarking virtual ini untuk mengetahui bagaimana “Strategi Pembangunan Berkelanjutan PasccaPandemi Covid 19” yang dilakukan sejumlah negara di tengah mandeknya roda perekonomian akibat menyebarnya virus Corona. Sebanyak 41 peserta benchmark yang terbagi dalam empat kelompok itu melakukan kunjungan virtual ke delapan lokus negara, antara lain Thailand, China, Jepang, Korea Selatan, Austria, Vietnam, Jerman, serta Malaysia.

Tema pokok yang didiskusikan dalam benchmark tersebut yakni Digitalization of The Micro, Small & Medium Enterprises (MSME)/ Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Benchmark di Malaysia misalnya, para peserta yang diterima langsung oleh Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia Krisna Hanan dan Nur Azmi dari SME Corp. Malaysia. Sejumlah informasi penting digali dari narasumber seperti bagaimana manajemen produksi yang dilakukan oleh SME terhadap sertifikasi hasil produksi barang UMKM di Malaysia dan bagaimana strategi yang dilakukan SME di tengah lockdown yang mengakibatkan pelambatan perekonomian. Menanggapi hal itu, Nur Azmi mengungkapkan, Pemerintah Malaysia memberikan stimulus ekonomi kepada para pelaku UMKM. Pemerintah menyadari UMKM menyerap tenaga kerja yang banyak sehingga menjadi tumpuan perekonomian. “Pandemi ini berdampak sangat signifikan terhadap perekonomian Malaysia secara nasional. Namun pemerintah kami memberikan bantuan untuk membangkitkan perekonomian berupa stimulus ekonomi, baik itu dukungan kebijakan maupun stimulus keuangan,” kata dia, dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2020). Nur Azmi menambahkan, di tengah situasi yang tidak menentu dan diprediksi memberikan dampak hingga 1,5 tahun ke depan sampai vaksin ditemukan, kolaborasi antara semua unsur adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi situasi ini. “Kuncinya adalah ego sektoral harus dihilangkan, SME Malaysia juga terus melakukan penataan secara internal berupa infrastruktur, suprastruktur, promosi, penerapan teknologi, serta pengembangan produk sesuai dengan standarisasi internasional,” tutupnya. Hasil benchmark ke sejumlah negara ini diharapkan akan menjadi acuan bagi peserta dalam menyusun produk pembelajaran angkatan bertema “Pemberdayaan UMKM dalam Rangka Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Indonesia Akibat Covid 19”.