Bisnis

Perumnas Siapkan Strategi buat Genjot Kinerja Korporasi Peringkat Utang Naik menuju BBB-

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Perumahan Umum Perumahan Nasional (Perumnas) dari idCCC menjadi BBB pekan ini. Kenaikan rating oleh Pefindo ini tak ayal memacu manajemen Perumnas menyiapkan beberapa alternatif langkah untuk dapat memacu kinerja korporasi lebih baik lagi. Harapannya, peringkat korporasi semakin terkoreksi kearah positif ke depannya. Budi Saddewa Soediro, Direktur Utama Perum Perumnas di Jakarta belum lama ini mengatakan, pihaknya tengah mengkaji beberapa alternatif strategi yang dapat meng akselerasi kondisi keuangan Perumnas ke figur yang lebih baik lagi.

"Strategi efisiensi operasional sudah pasti berada di dalam bucket strategi yang disiapkan ini, termasuk di dalamnya perbaikan proses bisnis," ujarnya. Sebagai contoh, Perumnas akan menerapkan strategi Turn Key kepada para kontraktor, sehingga pembayaran konstruksi baru akan dilakukan pada saat terselesaikannya pembangunan proyek tersebut. Langkah ini menurut Budi akan semakin menyehatkan kondisi cash flow Perumnas ke depannya.

"Kami akan lebih fokus pada proyek proyek Perumnas yang berkonsep rumah tapak dimana menyasar segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Portfolio bisnis Perumnas masih didominasi oleh produk rumah tapak, sekitar 60 persen," tuturnya. Dia menjelaskan, produk rumah tapak masih akan menjadi tulang punggung bisnis Perumnas saat ini dan ke dpan. "Dari awal pembentukannya, Perumnas disiapkan untuk menyediakan perumahan bagi menengah bawah, tandasnya.

Saat ini ada 4 proyek andalan Perumnas pada ranah kawasan rumah tapak yang akan menjadi prioritas kami dalam waktu dekat, yaitu Perumnas Parayasa Bogor, Perumnas Dramaga Bogor, Perumnas Pasadana Bandung dan Perumnas Campaka Purwakarta. Dengan total unit bangun lebih dari 9,500 unit, keempat proyek tersebut akan rampung paling lama di tahun 2027 dan akan menerapkan sistem precast dalam pembangunannya. Masuknya dana talangan dari pemerintah sebesar 650 miliar rupiah akan menjadi amunisi tambahan Perumnas dalam menggenjot pembangunan sekitar 56 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia, dimana sekitar 48 proyek merupakan konsep kawasan rumah tapak.

"Pada perspektif pemasaran, kami akan semakin gencar pada strategi bulk sales. Tidak hanya terbatas membidik pasar pada segmen BUMN dengan mengusung sinergi BUMN yang kerap didorong Kementerian BUMN, tetapi juga pada segmen lainnya seperti ASN,Polri dan institusi lainnya," ujar Budi. Perumnas juga tengah menggodok konsep yang melibatkan pihak swasta dalam hal ini, yang dinamai, club deal. Prinsipnya dengan keterlibatan swasta dapat mempercepat penyerapan produk Perumnas di pasar.

Budi menyatakan, pandemi Covid 19, juga menjadi hantaman yang luar biasa besar bagi semua industri termasuk industri properti. "Tapi kami yakin dengan pemberlakuan New Normal yang sebentar lagi digalakkan pemerintah akan bertahap berdampak pada kondisi perekonomian yang semakin membaik dan berangsur menuju kondisi normal seperti sedia kala," kata dia.