Superskor

Pemain Persebaya Surabaya Ini Diminta Kembangkan Sepakbola di Desa Klagen Jawa Timur

Tak sedikit pemain sepak bola yang sudah senior, mulai merintis karier kepelatihan. Dimulai dari mengambil lisensi kepelatihan, kemudian terjun ke sekolah sepak bola atau akademi untuk memperkaya pengalaman. Hal itulah yang coba dilakukan salah satu gelandang sarat pengalamanPersebayaSurabaya,RendiIrwan.

Beberapa waktu lalu, pemain asalKlagen,Sukodono, KabupatenSidoarjo, itu baru saja mengantongi lisensi kepelatihan C AFC. Rendi Irwan mendapatkannya setelah mengikuti serangkaian ujian yang diselenggarakan di Kota Batu. Saat ini, Rendi Irwan bersama Asisten Pelatih Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, dimintai bantuan untuk membangkitkan kembali sepak bola di kampung halamannya, Klagen.

"Kepala desa dan Coach Uston meminta bantuan CoachNurulHudadan saya untuk meramaikan kembali sepak bola di DesaKlagen," kataRendiIrwan, seperti dikutip dari laman resmi Persebaya, Jumat (7/8/2020). "Sebelumnya memang sempat vakum beberapa lama, sekarang lapangan sudah selesai direnovasi, jadi sekalian buka lembaran baru," tambahnya. KampungKlagensendiri sudah dikenal sebagai kampung sepak bola.

Deretan nama tenar di dunia sepak bola Indonesia lahir dari salah satu desa di Kecamatan Sukodono Sidoarjo tersebut. Uston Nawawi danNurulHudaadalah angkatan senior kampungKlagenyang pernah memperkuat Timnas Primavera dan Baressi. Setelah itu dilanjutkan oleh generasi Hariyono, Arif Ariyanto, Sutaji, Lucky Wahyu, hinggaRendiIrwan.

Dari sekolah sepak bola tersebut, saat iniRendiIrwanmulai merasakan suka dukanya melatih bibit bibit pemain sepak bola. Rendi Irwan juga belajar banyak ilmu kepelatihan dari Uston Nawawi maupun Nurul Huda. "Gampang gampang susah melatih sepak bola usia dini, ada bedanya melatih usia yang sudah matang dengan melatih anak anak. Pokoknya harus bersabar," terangRendiIrwan.

Namun, dengan mentor pelatih pelatih senior yang lebih sarat pengalaman, sepertiUstonNawawi,RendiIrwanakui lebih mudah beradaptasi. "Alhamdulillah bukan hanya saya saja yang turun, ada Coach Uston, beliau lebih berpengalaman dan lebih tahu mana yang harus diperbaiki dalam struktur sepak bola di kampungKlagen, saya juga belajar banyak dari beliau," pungkasnya.