Metropolitan

Kronologi & Penyebab Driver Ojol Bakar Diri Bersama Anak Balitanya di Cengkareng

Diduga dipicu api cemburu, seorang pria di Cengkareng, Jakarta Barat, nekat melakukan aksi bakar diri, Minggu (1/3/2020) pagi. Tidak hanya sendirian, Andri (39) saat melakukan aksinya mengajak balitanya G (4). Keduanya pun meninggal dunia akibat luka bakar yang dialaminya setelah sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Korban mendapat luka bakar 100 persen sedangkan luka bakar di anaknya sekitar 70 persen dan langsung dibawa ke RSUD Cengkareng," kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2020). Diduga peristiwa tersebut dipicu rasa cemburu Andri terhadap istrinya yang kembali dekat dengan mantan suaminya. "Diperkirakan korban cemburu setelah mengetahui istrinya berhubungan lagi dengan mantan suami pertama," kata Kompol Khoiri.

Sebelum nekat bakar diri bersama balitanya, Andri (39) dua pekan sebelumnya pernah mengancam akan bunuh diri kepada istrinya, Eli. Ancaman tersebut dilontarkan Andri lantaran cemburu melihat sang istri kembali menjalin komunikasi dengan mantan suaminya. Tak hanya dirinya, Andri juga mengancam akan mengajak anaknya yang masih berusia empat tahun untuk mengakhiri hidup.

Namun, dengan emosi memuncak Eli meminta kepada Andri supaya jangan melibatkan anak dalam urusan rumah tangganya. "Chattingan hari Senin, korban mengancam bunuh diri bersama anaknya. Tapi istrinya menjawab kalau pengen bunuh diri, sendiri saja tidak usah bawa anak anak. Kasihan masa depannya masih panjang," kata Khoiri. Khoiri melanjutkan, dari hasil pemeriksaan saksi, seorang saksi, Reva (15) mengaku beberapa hari sebelum kejadian, ia sempat melihat Andri yang baru pulang narik ojek online membawa racun serangga ke kamar.

Takut terjadi apa apa, racun serangga itu pun langsung dibuangnya. Hingga akhirnya, Minggu (1/3/2020) sekira pukul 04.30 WIB, Andri dan anaknya ditemukan dalam keadaan terbakar di kamar kediamannya, Jalan Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi menemukan botol berisi sisa bensin yang digunakan untuk membakar dirinya.

"Ditemukan di kamarnya, korban bersama anaknya yang masih balita sudah dalam keadaan terluka bakar serius," kata Khoiri. Saat ditemukan korban dan anaknya masih dalam keadaan hidup meskipun mengalami luka bakar serius hampir di seluruh tubuhnya. Sebelum ditemukan terbakar, saksi mengatakan ada api berasal dari dalam kamar korban.

Sementara saat kejadian posisi pintu kamar terkunci dari dalam. Melihat ada api, saksi dibantu warga kemudian berusaha memadamkan api. Sebelum api sempat membesar, warga sudah berhasil memadamkannya.

Khoiri menerangkan, dari kamar korban, polisi turut mengamankan botol air mineral kosong yang berbau bensin dan kain panjang. "Diduga bensin telah digunakan untuk membakar dirinya dan mengenai anaknya," kata Khoiri. (4) balita yang jadi korban aksi sang ayah bakar diri sempat berteriak meminta tolong memanggil nama ibunya.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri, mengatakan berdasarkan keterangan anak tiri korban yang menyaksikan peristiwa tersebut, Reva (15), api terlihat mulai berkobar dari dalam kamar korban pagi sekira pukul 04.30 WIB. Ia yang panik kemudian meminta tolong seisi rumah mendengar G berteriak sambil menangis memanggil nama ibunya. "Saksi sempat mendengar benda jatuh dari dalam kamar setelah itu api membesar. Setelah itu, dia dengar anak korban meminta tolong memanggil nama ibunya," kata Khoiri saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2020).

Khoiri menerangkan, saat pintu kamar didobrak anggota keluarga, pihak keluarga langsung mengevakuasi G yang masih sadar kendati sudah mengalami luka bakar parah. Sedangkan Andri (39) sang ayah, yang sekujur tubuhnya menderita luka bakar masih dalam keadaan tengkurap. "Setelah pintu dibuka, keluarga langsung menyelamatkan anaknya. Sedangkan ayahnya diselamatkan setelah warga sekitar datang untuk memadamkan api terlebih dahulu," kata Khoiri.

Khoiri menerangkan, saat dievakuasi, kondisi Andri sudah hangus terbakar dan di badannya tercium bau bensin. "Selanjutnya keduanya langsung dibawa ke RSUD Cengkareng," kata Khoiri.