Nasional

Kronologi Galang Dana buat Demo Mahasiswa hingga Reaksi Jokowi 5 Fakta Ananda Badudu Ditangkap

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Ananda Badudu ditangkap oleh kepolisian dan ditahan ke kantor Polda Metro jaya pada Jumat (27/9/2019) sekitar jam 04.25 WIB pagi. Penangkapannya ini mendapat sejumlah kecaman dari berbagai pihak termasuk warganet yang memenuhi cuitan Twitter dengan tagar 'BebaskanAnandaBadudu', pada Jumat (27/9/2019). Penangkapan Ananda Badudu ini juga berkaitan dengan aksi demonstrasi mahasiswa di depan DPR RI yang menuntut sejumlah tuntutan satu di antaranya RKUHP, Selasa (23/9/2019) dan Rabu (24/9/2019).

Ia dijemput pada pukul 04.25 WIB di Gedung Sarana Jaya, Jalan Tebet Barat IV Raya, Jakarta Selatan. "(Pukul) 04.00 WIB, Ananda Wardhana Badudu sedang tertidur di losnya. (Pukul) 04.25 WIB ada tamu menggedor gedor pintu kamar, lalu dibuka oleh kawan Nanda," kata Puri, Jumat (27/9/2019) pagi. Disebutkannya ada empat orang tamu yang merupakan penyidik Polda Metro Jaya yang dipimpin polisi bernama Eko.

Dikatakannya saat itu Eko menunjukan kartu dan lencana polisi. Namun, ketiga rekan lainya tak menggunakan seragam dan tak menunjukan identitas. Ananda lantas dibawa tanpa perlawanan ke kantor Resmob Polda Metro Jaya sekitar pukul 04.55 WIB dengan mobil Toyota Avanza Putih didampingi kawannya.

Kemudian pukul 07.07 WIB, Ananda masih berada di Polda Metro Jaya didampingi para kuasa hukumnya dari sejumlah organisasi, yakni KontraS, LBH Jakarta, LBH Pers dan Amnesty International Indonesia. Ananda Badudu kemudian dibebaskan dan keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada pukul 10.17 WIB. Dalam penangkapannya, Ananda sempat merekamnya.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @anandabadudu, pada Jumat (27/9/2019), ia merekam detik detik dirinya ditangkap oleh kepolisian. Ia merekam saat dirinya didatangi sejumlah polisi tanpa seragam pada pagi hari. Saat Ananda Badudu merekam semua proses penangkapannya, ia bertanya asal dari para pria tersebut.

Seorang pria mengenakan kaus berwarna abu abu menjawab bahwa dirinya berasal dari Polda. "Dari mana Pak?" tanya Ananda Badudu. Seorang polisi yang menjawab juga memintanya untuk mematikan kamera ponsel milik Ananda Badudu.

"Dari Polda, ini mau ngapain. Matiin dulu lah" jawab polisi tersebut. Saat sang musisi merekam semua proses penangkapannya, ada dua orang polisi meminta Ananda Badudu untuk mematikan kamera. Satu orang polisi dengan rompi menunjuk nunjuk kamera yang digunakan Ananda Badudu untuk merekam.

Sementara itu, satu orang polisi memperlihatkan surat penangkapan Ananda Badudu. Tertera nama Ananda Badudu pada sebuah dokumen dengan kertas berwarna kuning. Setelah diperlihatkan namanya tercantum dalam dokumen tersebut, seorang polisi berompi mencoba untuk meraih kamera ponsel milik Ananda Badudu.

Di akhir video, Ananda Badudu meminta diperlihatkan seluruh dokumen lengkap mengenai penangkapan dirinya. Melalui akun Twitternya @anandabadudu pada Jumat (27/9/2019) pagi, ia menuliskan telah dijemput oleh anggota kepolisian. "Saya dijemput polda," tulis Ananda Badudu.

Pada unggahan selanjutnya, Ananda Badudu menjelaskan alasan dirinya dijemput oleh anggota polisi. Ia ditangkap oleh polisi karena dugaan pengiriman sejumlah dana pada para mahasiswa. "Saya dijemput polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa," tulis Ananda Badudu.

Melalui akun Twitternya, ia menyampaikan pesan agar semua pendukungnya tetap saling menjaga. "Stay safe dan jaga teman," tulis Ananda Badudu. Ananda Badudu diketahui melayangkan campaign untuk mendukung aksi mahasiswa di Gedung DPR RI, melalui laman KitaBisa.com.

Melalui situs tersebut, Ananda Badudu menuliskan, masyarakat bisa berkontribusi melalui donasi dana, untuk digunakan untuk makanan, minuman, dan sound system mobile (mobil komando/gerobak komando). "Saya sepenuhnya bertanggung jawab atas pengelolaan dan penggunaan dana tersebut. Saya berjanji akan mencatat dan melaporkan semua dana yang digunakan, dan akan menyiarkan laporan itu secara transparan lewat akun medsos pribadi saya (twitter: @anandabadudu dan instagram @anandabadudu)," tulisnya. Ia juga turut menuliskan tuntutan mahasiswa dalam aksi protes di DPR RI.

Sebuah tagar sebagai dukungan untuk Mantan vokalis Banda Neira, Ananda Badudu dicuitkan oleh ribuan pengguna media sosialTwitter. Warganet Twitter ramai mencuitkan tagar 'SayaJugaTransfer' untuk melayangkan aksi protes kepada Polda. Mereka juga beramai ramai membalas cuitan Ananda Badudu yang mengatakan dirinya ditangkap karena mentransfer uang untuk aksi.

"Saya dijemput polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa," tulis @anandabadudu, Jumat (27/9/2019). Hingga kini, Jumat (27/9/2019), pukul 14.00 WIB, tagar 'SayaJugaTransfer' telah dicuitkan sebanyak 4.264 cuitan. Sebuah akun bernama @Benx2indra dengan bahasa menyindir, menanyakan mereka yang memberikan kontribusi dalam demo mahasiswa akankah ikut ditangkap.

"Yang berkontribusi demo ditangkep juga dong? KRL, ojol, angkot, metromini, starling, asongan, kang cilok, awkarin…? #SayaJugaTransfer," [email protected] Kemudian akun @je_rafsanjani, melayangkan protes jika mereka yang ditangkap seharusnya pelaku kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kini tengah terjadi. Ia juga meminta agar koruptor ditangkap, bukan mereka yang tengah mendukung aksi massa.

"@DivHumas_Polri, @TMCPoldaMetro shame on u guys, kalian harusnya mengejar dan menangkap tersangka karhutla, koruptor dan lain lain, bukan rakyat yang sedang mengupayakan dan mendukung massa aksi. #SayaJugaTransfer," tulis @je_rafsanjani. Mulanya ia mengaku berbela sungkawa atas 2 mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, yang meninggal dunia setelah melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Sultra. Ia juga mengatakan bela sungkawa kepada korban bencana gempa bumi di Ambon yang meninggal.

"Kepada korban yang meninggal tadi sudah saya sampaikan kepada Menteri Sosial untuk memberikan santunan, untuk yang luka luka perawatannya ditanggung oleh pemerintah," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Namun dalam kesempatan tersebut Jokowi tidak menjawab pertanyaan awak media mengenai penangkapan Dandhy dan Ananda Badudu. Dirinya lantas balik badan dan meminta Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang berdiri di belakangnya untuk menjawab pertanyaan wartawan.

Kemudian Jokowi langsung meninggalkan wartawan dan masuk Istana. Pratikno pun hanya menjawab singkat pertanyaan wartawan mengenai penangkapan Dandhy Laksono dan Ananda Badudu. "Ya, saya akan komunikasikan dengan Pak Kapolri. Terima kasih ya," kata Pratikno.