Metropolitan

Kami Buru! Anggota Geng Motor Melehoi Bacok Pedagang Pecel Lele di Rawasari Polisi

Aksi puluhan anggota geng motor di Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat meresahkan warga. Geng motor bernama Melehoi itu sempat menyerang dua orang. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisi Besar Polisi Heru Novianto, mengatakan geng motor Melehoi tersebut selain melukai pedagang pecel lele, juga melukai orang lain.

Korban pria yang diserang ini, sambungnya, berinisial YA warga kelurahan , kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Berbeda nasib dengan Alfi, YA masih hidup dan mendapat luka pada bagian tangannya. "Kalau YA masih hidup dan mendapat luka bacok di tangan," ujar Heru.

YA dibacok oleh pelaku utama yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). "Pembacok YA ini sama, yaitu pelaku yang masih kami kejar," ujar Heru. "Kami secepatnya akan menangkap pelaku tersebut," lanjutnya.

Kini, dua dari 20 anggota diamankan Polres Metro Jakarta Pusat. Sementara, pelaku utama pembacok Alfi masih diburu polisi. Dua dari 20 anggota diamankan Polisi Reserse (Polres) Metro Jakarta Pusat.

Kedua pelaku pria ini berisial DJ (18) dan SP (18). Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisi Besar Polisi Heru Novianto, mengatakan dua pelaku DJ dan SP dikenakan Pasal 170 KUHP. Pasal tersebut, kata Heru, berisi penjelasan tentang tindak kekerasan terhadap orang lain yang dilakukan secara bersama sama.

Heru mengatakan, kedua pelaku dapat dipidana maksimal tujuh tahun penjara. "Pelaku kami kenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara," ujar Heru, saat konferensi pers, di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020). Sementara itu, polisi juga mengamankan baranh bukti berupa senjata tajam, kamera CCTV, dan pakaian pelaku.

Dengan begitu, Heru juga mengimbau agar para orang tua dapat berkomunikasi baik dengan putra atau putrinya. Tujuannya, kata Heru, agar mereka dapat pemahaman perilaku yang baik. "Untuk para orang tua dan semua masyarakat, sebaiknya memperhatikan putra putrinya agar berperilaku baik," imbau Heru.

"Masyarakat juga kami imbau agar hati hati saat malam menjelang pagi. Hindari jalanan yang sepi dan selalu waspada," pungkasnya. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto, menjelaskan kronologi pembacokan anggota terhadap Alfi (pedagang pecel lele) dan YA. Bermula pada pukul 04.30 WIB, Minggu (16/2/2020), Alfi dan YA sedang berada di warung pecel lele, kawasan Cempaka Putih.

Afli yang sebagai pedagang, sedang melayani YA, mahasiswa. Sekonyong konyong sepuluh kendaraan roda dua dan 20 orang berteriak dari suatu arah. Alfi dan YA pun merasa panik mendengar teriakan tersebut.

Afli dan YA keluar dari warung pecel lele dan melihat 20 anggota geng ini mengangkat senjata tajam ke udara. "Lalu anggota ini mengacungkan senjata tajam tersebut ke arah korban," ucap Heru, kepada awak media, di kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020). Geng motor beringas ini pun menyerang korban dan menyabetkan senjata tajam.

"Secara membati buta ini membacok korban dan langsung kabur," kata Heru. Setelah itu, warga setempat yang melihat langsung menolong korban dan membawanya ke Rumah Sakit Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Nahas, nyawa Alfi tak terselematkan lantaran mendapat luka bacok dan mengembuskan napas terakhir di sana.