Metropolitan

Ini Respons Garda Nadiem Makarim Gabung menuju Kabinet Jilid II

Para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menolak Founder Gojek Nadiem Makariem untuk bergabung ke kabinet kerja jilid II Presiden Joko Widodo Ma'ruf Amin periode 2019 2024. Igun memberikan dua alasan terkait penolakan tersebut. Pertama, dia menilai meski Nadiem telah mengundurkan diri dari Gojek, dia masih menikmati keuntungan dari perusahaan transportasi tersebut. Alasan lain yakni, dia mengatakan Nadiem belum berhasil membuat para mitra pengemudi Gojek sejahtera.

"Nadiem Makarim boleh besar dengan berderet gelar akademik dan valuasi Gojeknya yang triliunan rupiah, namun dibalik itu, jutaan para mitra ojek onlinenya berdarah darah di lapangan dan jauh dari sejahtera dari segi pendapatan, intinya ojol mitranya belum happy," jelasnya. Diberitakan sebelumnya, Nadiem Makarim mengaku diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bergabung dalam Kabinet Kerja jilid ll. "Saya telah diminta untuk brgabung kabinet oleh pak presiden," kata Nadiem usai menemui Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Ia mengaku, penujukan menteri merupakan sebuah kehormatan bagi dirinya dan akan siap membantu pemerintahan Jokowi Ma'ruf dalam lima tahun ke depan. "Saya sudah dikasih tau (jadi menteri apa) dan saya sudah menerima secara formal," ucap Nadiem yang enggan menyebut menjabat sebagai menteri apa. "Saya dan Presiden diskusikan mengenai butir butir visi kedepan, hal hal mengenai visi presiden seperti pengembangan SDM, reformasi birokrasi peningkatan investasi dan lain lain," sambung Nadiem.

Setelah penunjukan menjadi menteri, kata Nadiem, dirinya akan mengurus pengunduran diri sebagai salah satu pimpinan di Go Jek. "Sudah pasti dari posisi di GoJek, saya mudur dan tidak ada kewenangan sama sekali, mulai hari ini (mundur)," tutur Nadiem.