Seleb

Galih Ginanjar & Pablo Benua Dijebloskan menuju Sel Tikus Gegara Ulah Farhat Abbas

Gara gara ulah dan sensasi Farhat Abbas, Galih Ginanjar dan Pablo terkena dampaknya. Dua tersangka kasus video 'ikan asin' ini dijebloskan ke dalam sel tikus. Melansir dari Kompas.com , sel tikus merupakan kamar isolasi untuk para tahanan yang melanggar aturan tata tertib di rutan.

Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) AKBP Barnabas S Iman, membenarkan kabat tersebut. "Benar (Pablo dan Galih dimasukkan ke sel tikus)," ujar Barnabar saat dihubungi Kompas.com , Selasa (6/8/2019). Barnabas mengatakan bahwa langkah tersebut diambil setelah mereka berfoto bersama Farhat Abbas di rutan.

Seperti yang diketahui, Farhat merupakan kuasa hukum Rey Utami dan Pablo Benua. Saat menjenguk Pablo, Rey, dan Galih, Farhat sempat mengabadikan momen tersebut. Farhat juga mengunggah potret kebersamaan mereka dalam akun Instagram @farhatabbasofficial .

Dalam foto tersebut, Farhat, Galih, Pablo, dan Rey tampak sedang berada di ruang besuk. Mereka duduk berhadapan di kursi tunggu. Sedangkan Rey mengenakan kaos berwarna peach .

Rambut panjang Rey tampak diikat ke belakang. Rey yang dulu terlihat pucat ketika ditahan, kini tampaknya sudah mulai bisa beradaptasi. Wajahnya tak sepucat dulu saat awal awal mendekam di Rutan Polda Metro Jaya.

Bibir Rey yang dulu pucat, kini tampak kecoklatan seperti memakai lipstik. Sedangkan Galih yang duduk di samping Farhat ini terlihat mengenakan kaos berwarna navy yang dipadukan dengan celana pendek motif stripe . Wajah Galih tampak lesu dengan kantong mata yang membesar.

Sedangkan pada foto kedua, Farhat tampaknya diam diam mengabadikan momen bersama Pablo. Mereka berdua berfoto dengan latar lapangan tengah Rutan Polda Metro Jaya. Pablo tampaknya tak menyadari kalau Farhat diam diam mengabadikan momen tersebut.

Melalui keterangan postingan tersebut, Farhat juga mengungkap seperti apa perlakuan para petugas tahanan terhadap Rey, Pablo, dan Galih. Seperti yang dituliskan oleh Farhat, ketiga kliennya ini mendapat perlakuan yang sangat baik dan manusiawi dari petugas Rutan Polda Metro Jaya. Farhat mengatakan bahwa kondisi Rey, Pablo, dan Galih kini sehat, kuat, sabar, dan ikhlas.

Farhat juga berterima kasih pada semua petugas kepolisian yang sudah memperlakukan kliennya dengan baik. "Alhamdulillah klien kami selama ditahanan polda metro jaya perlakuan petugasnya sangat baik dan manusiawi,mrk sehat, kuat sabar dan ikhlas, Terimakasih pak kapolda dan kepala rutan pak barnabas dan semua jajarannya. FA."

Tindakan Farhat Abbas saat jenguk Galih Ginanjar di Rutan Polda Metro Jaya menjadi sorotan polisi. Farhat disorot lantaran dianggap melanggar aturan telah membawa ponsel ke dalam rutan. Padahal sudah jelas ada larangan membawa handphone ke dalam lapas.

Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya, AKBP Barnabas S Iman, memberikan tanggapannya. Melansir dari Kompas.com , Barnabas menyebut Galih hanya mencari sensasi dengan video tersebut. Menurut Barbanas, Farhat juga tak membela kliennya secara profesional dan hanya mencari sensasi.

"Itu bukan bela secara profesional, tapi malah cari sensasi sehingga merugikan orang lain," ujar Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dir Tahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Iman ketika dihubungi Kompas.com , Senin (5/8/2019). Bahkan Barnabas menyebut kalau tindakan Farhat ini merugikan orang lain. Barnabas menuturkan bahwa dalam peraturan tata tertib mengunjungi tahanan, pengunjung harus menitipkan ponsel dan alat perekam lainnya.

Barnabas juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Farhat ini bisa merugikan Galih. Tindakan yang dilakukan oleh Farhat akan membuat orang lain iri lantaran bisa membawa handphone ke dalam rutan. Gara gara ulah Farhat tersebut, pihak kepolisian akan menegur Galih Ginanjar.

Mereka juga akan melakukan pengawasan lebih ketat. "Kami akan tegur (Galih Ginanjar), kami juga akan awasi lebih ketat," ujar Barnabas.