Nasional

Gak Usah Dipermasalahin Mendiang Nenek Dihina oleh Akun FB Ini Kaesang Beri Jawaban Tak Diduga

Sebagai seorang cucu, sudah menjadi tugas Kaesang Pangarep untuk membela sang nenek, Sudjiatmi Notomihardjo. Namun baru baru ini, Kaesang Pangarep mengurai sikap tak terduga kala sang nenek dihina. Alih alih marah, Kaesang Pangarep justru melayangkan balasan bijak kepada sosok yang menghina ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo.

Balasan tak terduga nan bijak yang diurai Kaesang Pangarep sontak saja panen pujian. Diwartakan sebelumnya, Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia pada pukul 16.45 WIB, Rabu (25/3/2020). Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia pada usia 77 tahun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar jumpa pers terkait meninggalnya sang ibunda, Sujiatmi Notomiharjo di rumah duka Jalan Pleret Raya No 9 A Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2020) malam. Jokowi mengatakan, sang ibunda meninggal dunia di rumah sakit pukul 16.45 WIB setelah menjalani perawatan karena sakit kanker. "Tadi sore pada pukul 16.45 WIB berpulang kehadirat Allah SWT ibunda kami, Bu Sujiatmi Notomiharjo, yang kita tahu bahwa ibu sudah empat tahun menderita sakit, yaitu kanker," kata Jokowi, di Solo, Jawa Tengah, Rabu malam.

Sebelum dirawat di RST Slamet Riyadi Solo, Sujiatmi pernah dirawat di RSPAD Gatot Subroto. "Kita semuanya sudah berusaha, berikhtiar, berobat utamanya di RSPAD Gatot Subroto tapi memang Allah sudah menghendaki," kata Jokowi. "Atas nama keluarga besar saya ingin memohonkan doa agar segala dosa dosanya diampuni Allah SWT dan khusnul khotimah," ucap Jokowi.

Kabar duka cita yang datang dari keluarga Jokowi itu turut membuat rakyat Indonesia bersedih. Namun tak semua bersedih, di tengah kabar duka cita ibunda Jokowi meninggal dunia, ada juga netizen yang nyinyir. Bukannya berduka, salah seorang netizen di media sosial ada yang melayangkan hinaan dan cacian kepada mendiang ibunda Jokowi.

Hal tersebut diurai oleh salah seorang warganet di Twitter. Akun @syahdulalala membagikan kembali tangkapan layar akun yang menghina kematian ibunda Jokowi. Tak hanya membagikan kembali, akun tersebut juga menandai akun Kaesang Pangarep.

Ia rupanya ingin mengadu kepada sang putra presiden. "Kenapa sihh orang gak ada otaknya miris liatnya @kaesangp," tulis akun @syahdulalala. Unggahan yang dibagikan akun @syahdulalala itu rupanya langsung dilihat oleh Kaesang Pangarep.

Merespon cuitan tersebut, Kaesang Pangarep turut membaca status media sosial dari seseorang yang menghina neneknya. Alih alih gusar, Kaesang Pangarep justru mengurai tanggapan bijak. Tak marah, Kaesang Pangarep justru mendoakan sang penghina neneknya.

Putra bungsu presiden Jokowi itu juga meminta publik untuk tidak mempermasalahkan unggahan netizen penghina neneknya itu. Balasan bijak nan santun yang dilayangkan Kaesang Pangarep mendapat respon dari warganet. Publik dibuat kagum dengan sikap dewasa Kaesang Pangarep.

Hal itu terlihat dari 38 ribu lebih pengguna Twitter yang menyukai balasan bijak Kaesang Pangarep. @Dryafigioyln : Pengen punya hati kaya mas kaesang, semoga bisa berproses. GBU mas kaesang dan keluarga @yuvinesss : mas, aku yg bukan keluarga mas sakit hati bgt bacanya:( ini beneran gamau diciduk? Sumpah, kalau cm minta maaf sambil nangis” klarifikasi udh ga etis bgt..

@netizaynnn : mas hatinya terbuat dari apaasiiii @IrhamPaker : Gk ada akhlak… Sabar maas kaesang @Nisaulia_774 : Yang sabar mas kaesang. Semoga eyang mas kaesang di terima di sisi Allah swt

Ada satu penyesalan yang dirasakan Kaesang Pangarep setelah neneknya, Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia. Kaesang menulis penyesalannya itu lewat akun Twitter @kaesangp. Diketahui bersama Kaesang Pangarep memiliki bisnis kuliner, Sang Pisang.

Usaha Kaesang Pangarep ini sudah mengembangkan sayap ke sejumlah daerah. Satu di antaranya adalah Solo. Lewat akun Twitternya, Kaesang menulis penyesalan belum sempat mengirim Sang Pisang ke Sujiatmi Notomiharjo.

"Salah satu penyesalan yaitu belom sempet kirimin Sang Pisang setelah pembukaan di Solo ke eyang untuk cobain," tulis Kaesang Pangarep di akun Twitter @kaesangp. Sebelum meninggal dunia, ibunda Presiden Jokowi Sujiatmi Notomiharjo memberikan wasiat terakhir kepada anak anaknya. Bahkan sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Sujiatmi Notomiharjo sempat melaksanakan sholat dzuhur.

Ia juga bahkan sudah menanyakan waktu shalat ashar pada pukul 14.00 WIB. Sebab, Sujiatmi Notomiharjo ingin segera melaksanakan shalat ashar. Wasiat terakhir yang disampaikan Sujiatmi Notomiharjo yakni ingin sisa rezekinya diwakafkan untuk masjid.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat melayat ke rumah duka di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020). Dilansir dari Kompas.com, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, di rumah duka sebagian besar pelayat membacakan surah Yasin. Dirinya juga mengaku bertemu dengan beberapa putri almarhumah Sujiatmi Notomiharjo.

"Saya, alhamdulillah bertemu dengan beberapa putri beliau (almarhumah Sujiatmi). Saya tanya apa wasiat sebelum beliau wafat," terang Khofifah Indar Parawansa, Kamis. Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sebelum meninggal, almarhumah selesai melaksanakan shalat zuhur sekitar pukul 14.00 WIB menanyakan kepada anaknya apakah sudah masuk waktu shalat ashar. "Kemarin siang rupanya beliau selesai shalat zuhur jam 2, katanya beliau tanya apa sudah ashar. Karena beliau mau segera shalat ashar," ungkapnya.

Selain itu, kata Khofifah Indar Parawansa, keluarga juga berkumpul dan bahkan sempat foto bersama dengan almarhumah sebelum akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Tentara (RST) Slamet Riyadi Solo. "Saya tanya lagi apa wasiatnya beliau. Yang pertama adalah beliau sampaikan putra putri beliau melanjutkan silaturahim dengan teman teman almarhumah. Kemudian yang kedua beliau pesan supaya kalau ada sisa rezeki beliau untuk diwakafkan di masjid," ungkap Khofifah Indar Parawansa. Lebih jauh, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan dirinya mengenal sosok Sujiatmi Notomiharjo sebelum Presiden Jokowi menjadi presiden.

Bahkan, kata Khofifah Indar Parawansa, Sujiatmi Notomiharjo tidak pernah melewatkan untuk melaksanakan shalat subuh, maghrib dan isya dengan berjamaah di masjid. Khofifah Indar Parawansa juga mengatakan almarhumah semasa hidup rajin menghadiri kegiatan pengajian yang diselenggarakan oleh Muslimat NU dan Aisyiyah. Artinya, kata Khofifah Indar Parawansa, almarhumah merupakan sosok pengayom bagi semua umat.

"Suatu saat saya pernah sowan ke dalem beliau di sini beliau masih di masjid dan ketika beliau sampai waktu itu beliau justru bilang 'Mbak Khofifah tolong berdoa'. Ada sifat yang low profile dari seorang Eyang Noto. Saya kira sifat itu juga dimiliki Pak Presiden Jokowi," kenang Khofifah Indar Parawansa.