Nasional

Dua Fraksi Ini Sudah Lakukan Pemotongan Gaji Anggota Dewan buat Bantu Penanganan Corona

Sejumlahfraksi partai di DPR dan MPR RI telah melakukan aksi pangkas gaji mereka untuk membantu penanganan wabah virus corona (Covid 19). Salah satunya adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon yang menyatakan, pihaknya sudah melakukan pemotongan gaji. "Kalau kami di Gerindra sudah melakukan itu (alokasi gaji)," katanya kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Pasalnya, keputusan alokasi gaji ini menurut Fadli, merupakan keputusan dari kebijakan fraksi partai masing masing. Namun demikian, dia enggan menyebutkan kisaran gaji yang dialokasikan dalam bantuan untuk penanganan virus corona. "Kebijakan ada di fraksi masing masing," ujarnya singkat. Sementara itu, anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengatakan, pihaknya telah memangkas 50 persen gaji untuk bantuan penanganan virus corona.

Kebijakan tersebut berlaku mulai April 2020 nanti. Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengaku masih menunggu keputusan dari Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) untuk melakukan aksi serupa pangkas gaji. Akan tetapi, dia ingin mengajukan diri untuk mengalokasikan gajinya selama setahun. "Kalau saya pribadi full selama tiga bulan pandemik. Kalau pandemiknya berlarut, saya serahkan gaji saya sebagai Ketua MPR selama satu tahun," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil memutuskan akan memotong gaji gubernur dan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jawa Barat selama empat bulan ke depan. Putusan ini sebagai salah satu upaya percepatan penanggulangan wabah virus corona (Covid 19). Emil, sapaan akrabnya, juga memastikan potong gaji tersebut akan dilakukan dengan adil dan proporsional.

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil dalam video yang diunggah kanal YouTube KompasTV, Selasa (31/3/2020). Ia menambahkan, gaji para Aparat Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar nantinya akan disumbangkanuntuk mengurangi beban masyarakat. "Jadi nanti sedang diatur bahwa ASN, Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang PNS, Gubernur, Wakil Gubernur."

"Kalau tidak gaji atau tunjangannya akan kita sumbangkan dengan persentase yang adil dan proporsional," papar Emil. Emil mengatakan, pemotongan gaji itu juga disesuaikan dengan kemampuan ASN masing masing. "Jadi tidak sama, ada rentangnya dan disesuaikan dengan kemampuan akan kita atur seadil mungkin dan seproporsional mungkin," jelasnya.

Selain itu, Ridwan Kamil mengimbau masyakarat yang memiliki kelebihan harta dapat menjadi donatur. Sehingga dapatmenolong masyarakat yang tidak mampu melalui kesetiakawanan sosial. Sementara itu, Emil menjelaskan, persoalan wabah virus corona ini sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para ASN.

Ia pun meyakini tidak akan ada penolakan dari para ASN karena gaji mereka yang dipotong selama empat bulan. Mengingat pendapatan seluruh ASN sudah meningkat sejak Januari 2020. Ridwan Kamil menyebut, pendapatan mereka yang besar ditambah dengan tunjangan yang meningkat.

"Ini adalah kewajiban bersama kita, jadi tidak ada istilah menolak, tidak menolak." "ASN Jabar itu sudah mengalami peningkatan pendapatan yang cukup besar sejak Januari 2020 dengan peningkatan tunjangan," kata Emil, dikutip . Menurutnya, pemotongan gajipara ASN tidak akan memberatkan mereka.

Para ASN diyakini masih mampu memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga dengan gaji yang diterima meskipendapatan dipotong. Emil menambahkan, profesi sebagai ASN masih beruntung dibandingkan pekerjaan lainnya yang belum tentu mendapat gaji sekaligus tunjangan. "Mungkin saya kira tidak akan memberatkan, mereka masih lebih beruntung dibanding profesi lain," ungkap Ridwan Kamil.