Kesehatan

Dua Bayi Kembar Siam Antre Ditangani RSAB Harapan Kita Setelah Operasi Ardi & Ardan Sukses

Operasi pemisahan bayi kembar siam Ardi dan Ardan Firdaus sukses dilakukan di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita. Bayi Ardi dan Ardan adalah bayi kembar siam keempat yang menjalani operasi di RSAB Harapan Kita. Direktur RSAB Harapan Kita dr Didi Danukusumo mengatakan, saat ini sudah ada dua bayi kembar siam yang antre akan menjalani operasi pemisahan di rumah sakit ini.

Kedua bayi kembar siam itu berasal dari Lampung dan Bekasi. Namun, dia belum bisa memastikan kapan operasi akan dilakukan. Sebab, tim dokter harus melakukan persiapan secara matang.

Tak hanya kelengkapan medis, namun juga kondisi pasien sebelum melakukan operasi. "Persiapan harus dua sampai tiga bulan sebelumnya. Jadi kami harus pantau ada sesuatu di dua bayi ini yang bersatu, misal pembuluh darah itu tidak boleh bersatu," kata Didi saat jumpa pers usai operasi Ardi dan Ardan di RSAB Harapan Kita, Jalan S. Parman, Jakarta Barat, Sabtu (16/11/2019). Sebelumnya, kata Didi, RSAB Harapan Kita sudah memantau satu bayi kembar yang berada di Singkawang.

"Namun nyawa bayi kembar yang di Singkawang belum berhasil diselamatkan, sudah kita data tapi terlanjur berpulang," kata Didi. Diberitakan sebelumnya, operasi pemisahan bayi kembar siam Ardi dan Ardan yang sebelumnya dempet di bagian dada dan perut sukses dilakukan dengan melibatkan 30 dokter spesialis dari berbagai rumah sakit. Operasi yang berlangsung sekitar 10 jam ini lebih cepat dari yang diprediksikan oleh tim dokter.

Saat ini, bayi berusia 14 bulan asal Tangerang anak pasangan Berry dan Hesti ini telah dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU). Dijadwalkan, mereka akan ditempatkan disana hingga 10 hari ke depan sampai kondisinya mulai stabil. Meski operasi sudah berhasil dilakukan, tim dokter menyebut kondisi Ardi dan Ardan akan terus dipantau intensif, minimal hingga mereka berusia lima tahun.

Adapun biaya operasi dan perawatan Ardi dan Ardan yang mencapai Rp 1,1 miliar telah tertutupi melalui penggalangan dana dari situs kitabisa.com yang dibuka sejak 23 Agustus 2019.