Internasional

Dianggap Berkhianat Raja Inggris Charles I Dihukum Mati Hari Ini dalam Sejarah 30 Januari 1649

<div ><div id='Informasiawal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> – Raja Inggris Charles I dihukum mati pada 30 Januari 1649 karena dianggap berkhianat. Raja Inggris Charles I kurang disukai rakyatnya yang Protestan karena menikahi seorang putri Prancis bernama Henrietta Maria yang beragama Katolik.

Raja Inggris Charles I juga membubarkan Parlemen pada 1929 dan berkuasa tanpa adanya Parlemen. Pada 1642, pertarungan antara Charles I dan Parlemen untuk supremasi memicu Perang Sipil Inggris. Namun, Charles I akhirnya menyerah pada 1646 dan dinyatakan bersalah karena pengkhianatan.

Charles diadili pada 1648 dan dipenggal setahun kemudian.[ ] <div ><div id='KarierawalCharlesI'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Charles I lahir di Dunfermline Palace, Fife, Skotlandia pada 19 November 1600.

Dia adalah anak kedua James VI dari Skotlandia dan Anne dari Denmark. Meski ayahnya naik tahta pada 1603, Charles tetap berada di Skotlandia karena tubuhnya lemah. Dari ayahnya, Charles mendapat kepercayaan bahwa para raja adalah pilihan Tuhan.

Charles juga tidak percaya pada Majelis Rendah (House of Commons) yang susah dikendalikan. Ditemani Duke of Buckingham, Charles diam diam pergi ke Spanyol pada 1623 untuk melakukan marriage treaty dengan putri Raja Phillip III. Namun, usahanya gagal karena arogansi Buckingham dan desakan istana Spanyol agar Charles pindah Katolik.

Sementara itu, dia melakukan marriage treaty dengan Henrietta Maria, saudara perempuan Raja Prancis Louis XIII. Pada Maret 1625, Charles naik tahta dan segera menikahi Henrietta yang beragama Katolik. Charles segera berkonflik dengan Parlemen karena Parlemen tidak menyukai pengaruh Buckingham pada Charles.[ ]

Selain itu, Perang Inggris – Spanyol (1625 1630) dianggap sebagai kegagalan dan Charles tidak menjelaskan kebijakan luar negerinya beserta biaya yang dihabiskan. Hal ini juga diperburuk oleh tensi keagamaan yang terjadi karena istri Charles seorang Katolik. Para rakyatnya yang Protestan menaruh kecurigaan pada Charles dan istrinya.

Ketika ekspedisi angkatan laut melawan Spanyol di Cadiz gagal, kesalahan diarahkan ke Buckingham dan majelis berusaha memakzulkannya. Namun, Charles justru membubarkan Parlemen. Buckingham kemudian membawa Inggris berperang melawan Prancis dan Spanyol.

Pemerintah kekurangan dana dan Charles mengenakan pinjaman paksa meski dianggap ilegal. Buckingham akhirnya dibunuh pada Januari 1629 saat pertemuan Parlemen. Charles menangguhkan Parlemen pada 2 Maret 1629 dan berkuasa di Inggris tanpa Parlemen selama 11 tahun.

Dia kemudian berdamai dengan Prancis dan Spanyol. Ada lebih dari sejuta pound utang kerajaan dan Charles juga mengenakan pajak bernama “uang kapal” meski dianggap ilegal.[ ] <div ><div id='PerangSipildankematian'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div>

Pada 1937, Charles memaksakan sebuah buku liturgi baru di Skotlandia, tetapi mendapat penentangan. Pemberontakan kemudian terjadi di Skotlandia dan Charleds terpaksa memanggil Parlemen pada 1940 agar mendapat dana untuk membiayai perang. Pada November 1941, ketegangan naik karena ada ketidaksetujuan mengenai pemimpin komando prajurit yang akan menekan pemberontakan.

Charles menahan lima anggota Parlemen dan memicu Perang Sipil Inggris. Para Royalis dikalahkan pada 1646 oleh gabungan Parlemen dengan para Skotlandia dan New Model Army. Charles menyerah pada para Skotlandia dan dibawa ke Parlemen.

Dia sempat melarikan diri ke Isle of Wight pada 1647 dan mendorong para Skotlandia untuk menyerbu. Perang Sipil Kedua ini selesai dalam satu tahun setelah para royalis dialahkan jenderal pihak Parlemen bernama Oliber Cromwell. Karena yakin tidak akan ada kedamaian jika sang raja hidup, maka Charles diadili dan didakwa berkhianat.

Dia terbukti bersalah dan dihukum mati dengan cara dipenggal pada 30 Januari 1649.[ ]