Bisnis

CSIS Apresiasi Keseriusan Menteri BUMN

Di dalam perekonomian nasional, BUMN merupakan salah satu pelaku penting dalam kegiatan ekonomi. Bersama bersama dengan pelaku ekonomi lain yaitu swasta dan koperasi, BUMN juga merupakan pengejawantahan dari bentuk bangun demokrasi ekonomi. Karena itu, peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Fajar B. Hirawan, mengatakan bahwa ke depan perlu ada super holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan demikian, BUMN benar benar menjadi sebagai garda ekonomi Indonesia. Fajar pun menilai langkah langkah yang selama ini dilakukan Menteri BUMN Erick Tohir menunjukkan keseriusan di dalam 100 hari pemerintahan Joko Widodo Maruf Amin. "Adanya pembongkaran kasus dan perombakan di BUMN menjadi bukti mulai adanya keseriusan di BUMN. Apa yang dilakukan Menteri BUMN menjadi hal positif," ungkap Fajar, Minggu (16/2/2020).

Fajar pun memberi catatan. Bahwa dari sekian kasus yang terjadi menandakan bawah di BUMN perlu adanya suvervisi atau satgas sebagai upaya untuk menjaga pengelolaan BUMN kedepan semakin membaik. Sehingga mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan dan uang negara yang hilang. Visi Menteri yang bagus harus ditopang oleh direksi yang cakap dan mampu melaksanakan visi tersebut," ungkap Fajar.

Paling tidak, hingga saat ini, ada banyak gebarakan Erick. Pertama, membenahi internal kementerian dengan mencopot sejumlah deputi. Kedua, merombak direksi dan komisaris. Ketiga, membongkar penyelundupan kendaraan mewah dan menyelematkan Jiwasraya. Upaya penyelamatan PT Asuransi Jiwasyara (Persero) yang berlarut larut pun membuat Erick berencana membentuk holding asuransi.

Keempat, melarang bagi bagi souvenir dan efisiensi perjalanan dinas. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Badan Usaha Milik Negara SE 8/MBU/12/2019 tertanggal 5 Desember 2019, tentang Larangan Memberikan Souvenir atau Sejenisnya. Tujuannya, untuk efisiensi dan menerapkan prinsip prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Kelima, memperbaiki kinerja perusahaan milik negara dengan memperketat perizinan pembentukan anak, cucu, hingga cicit BUMN.

Hal ini dipertegas lewat penerbitan Keputusan Menteri (Kepmen) BUMN Nomor SK 315/MBU/12/2019.

Tentang Penulis

Natalia Rahayu

Natalia Rahayu

Banyak dari kegagalan dalam hidup yang terjadi adalah, orang-orang yang tidak menyadari seberapa dekat mereka dengan kesuksesan ketika mereka memutuskan untuk menyerah.

Tanggapan Anda

Click here to post a comment