Kesehatan

BPJS Kesehatan Sebut Jumlahnya Kecil Jumlah Peserta Turun Kelas Capai 792 Ribu

Peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) atau peserta mandiri yang turun kelas, semenjak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, jumlahnya mencapai 792.854 peserta. Mayoritas peserta yang turun kelas pindah ke kelas III yakni sebanyak 696.119 peserta, dengan rincian kelas II ke III 188.088 peserta dan kelas II ke kelas III 508.031 peserta. Sementara sisanya yakni sebanyak 96.375 peserta turun kelas dari kelas I ke kelas II.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Mohammad Arief menyebutkan angka penurunan relatif kecil dibandingkan total keseluruhan jumlah peserta mandiri. “PBPU ada 30 juta, ada yang menunggak juga, jadi angka tadi (792.854) angka yang relatif kecil,” kata Budi saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020). Kemudian banyaknya peserta yang turun kelas tidak akan mengganggu layanan kesehatan atau menimbulkan defisit karena layanan disesuaikan dengan kelas peserta.

“Kalau ada pertanyaan apakah penurunan kelas berpengaruh terhadap peneriman bpjs kesehatan atau potensi defisit itu tidak, karena tidak besar (jumlah peserta yang turun),” ucap Budi, Kemudian melihat banyak peserta yang turun ke kelas III maka rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan diminta memastikan ketersedian fasilitas pelayanan untuk peserta kelas III. “Dari BPJS Kesehatan meminta Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) meminta persi kepada mengingatkan kepada anggotanya agar rumah sakit memastikan ketersediaan pelayanan kelas tiga,” ungkap Budi.

Sesuai PP No. 75 tahun 2019, per 1 Januari 2020 iuran peserta mandiri resmi mengalami kenaikan. Kelas III naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per peserta. Kelas II naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per peserta, dan kelas I naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per peserta.