Bisnis

AP II Tawarkan Hak Konsesi Bandara Kualanamu Selama 25 Tahun Cari Mitra Strategis

PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mencari mitra strategis untuk mengelola Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Hal tersebut demi menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub internasional berkelas dunia seperti Soekarno Hatta, Kuala Lumpur International Airport dan Singapore Changi Airport Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, saat ini pihaknya telah merilis amandemen dari Dokumen Permintaan Proposal (Request for Proposal/RfP). Penyampaian RfP bagi calon mitra stategis ini ditargetkan berakhir pada 22 Juni 2020 mendatang.

"Hari ini kita secara resmi launching RfP untuk Kualanamu. Pada 10 Januari kita perbarui beberapa amandemen di dokumen penawaran. Hari ini sudah bisa pastikan kita extend (perpanjang) proses ini di jadwal tertentu rencananya 22 juni dokumen penawaran sudah masuk," kata Awaluddin di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Cengkareng, Senin (10/2/2020). Dia melanjutkan, setelah proses pengiriman proposal selesai, mitra strategis yang terpilih akan menjadi pemegang saham di PT Angkasa Pura Aviasi. Porsi kepemilihan saham di perusahaan ini yakni PT Angkasa Pura minimum 51 persen dan mitra strategis maksimum 49 persen.

Awaluddin menjelaskan, saat ini sudah ada 39 perusahaan yang mengirimkan level of interest untuk mega proyek ini, di antaranya berasal dari Asia Timur, Asia Barat dan Eropa. "Dari 39 itu dari dalam negeri 8. Jadi mostly (kebanyakan) dari luar negeri," ucapnya. Selain itu, PT Angkasa Pura Aviasi ini nantinya yang akan mengelola Bandara Internasional Kualanamu dengan masa konsesi 25 tahun.

Setelah masa konsesi selesai, maka hak pengelolaan beserta aset yang ada akan sepenuhnya dikembalikan ke PT Angkasa Pura II (Persero). Jadi Hub Internasional Awaluddin menjelaskan, penggalangan mitra strategis ini dilakukan untuk mencapai tiga hal: peningkatan jumlah penumpang (Expansion the traffic), berbagi keahlian (Expertise Sharing) dan kerja sama permodalan (Equity Partnership).

Menurutnya, dengan bekerja sama dengan mitra stategis, maka rasio penumpang internasional bisa ditingkatkan dari yang tadinya 11 persen menjadi 40 45 persen. Selain itu, kapasitas gedung terminal yang tadinya bisa menampung 8 11 juta per tahun ditargetkan bertambah menjadi 40 juta penumpang per tahun. "Sekarang traffic internasional masih 11 persen, nanti targetnya 40 45 persen. Kita lihat hub untuk pariwisata jangan cuma Sumatera Utara, tapi seluruh Indonesia. Misal dari Belanda mau ke Bali, turun di Soetta, nanti dia bisa turun di Kualanamu. Berarti lihatnya Indonesia , Jogja, Bali, Labuan Bajo, Nias," paparnya. Menurutnya, lokasi Bandara Kualanamu cukup strategis sebagi hub internasional. Misalnya terletak di dekat daerah pengembangan segitiga emas Sijori ( Singapura Johor Riau), tersedia Kereta Bandara Tebing Tinggi Kualanamu Medan hingga tersedianya tol Trans Sumatera.

"Sumatera Utara juga jadi prioritas salah satu KSPN (kawasan strategis pariwisata nasiona), juga cukup banyak rencana pengembangan untuk KEK (kawasan ekonomi khusus). Danau toba sudah jadi KSPN, dan ditetapkan jadi super prioritas. Pertumbuhan ekonomi juga cukup baik," kata dia. Foto: Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Cengkareng, Senin (10/2/2020).

Tentang Penulis

Natalia Rahayu

Natalia Rahayu

Banyak dari kegagalan dalam hidup yang terjadi adalah, orang-orang yang tidak menyadari seberapa dekat mereka dengan kesuksesan ketika mereka memutuskan untuk menyerah.

Tanggapan Anda

Click here to post a comment