Internasional

Akhirnya Meninggal Karena Gizi Buruk Kisah Pilu Kakak Rela Makan Sehari Sekali Demi Pengobatan Adik

Kisah memilukan viral hari ini : seorang kakak yang rela makan sehari sekali demi biayai pengobatan adiknya, baru baru ini sang kakak dikabarkan meninggal karena kurang gizi. Setiap orang tentu berusaha keras untuk membahagiakan keluarga yang mereka sayangi. Saking inginnya melihat keluarga mereka bahagia, mereka terkadang rela melakukan hal yang tak terduga.

Padahal, hal itu bisa saja mengancam jiwa mereka. Belum lama ini, jagad dunia maya dibuat terharu dengan pengorbanan seorang kakak untuk adiknya yang sakit. Namun, pengorbanan yang dilakukannya itu justru kemudian merenggut nyawanya.

Seorang gadis berusia 24 tahun asal China,Wu Huayan sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu. Melansir dari World of Buzz dan Sin Chew, Wu Huayan diketahui memiliki berat badan di bawah normal. Ia sedikit mengonsumsi makanan agar ia dapat membeli obat untuk adiknya yang sakit.

Wu Huayan adalah mahasiswa ekonomi tahun ketiga di sebuah universitas di Guizhou. Ibunya meninggal ketika Wu berusia 4 tahun sementara ayahnya meninggal pada 2014 karena sirosis. Hal itu membuat Wu dan adiknya menjadi yatim piatu.

Hidup berdua dengan adik, Wu pun harus menanggung beban berat merawat sang adik. Mereka hidup dengan uang sebesar 1.290 yuan atau sekitar 2 juta rupiah setiap bulan. Ia bahkan rela tak sarapan demi mengurangi pengeluaran hidup mereka.

Wu disebut hanya makanroti atau nasi dengan saus cabai untuk makan siang dan makan malamnya. Berkat pengorbanannya itu, ia dapat membatasi pengeluarannya setiap hari. Namun, pola makannya yang tidak sehat kemudian membuat tubuhnyakekurangan gizi.

Tak hanya itu saja, rambut dan alisnya juga rontok, sistem kekebalan tubuh menurun dan kakinya bengkak. Diketahui, Wu memiliki berat badan 21 kilogram dengan tinggi 135 cm. Mengetahui kondisinya yang mulai memburuk, Wu pun mengonsumsi obat obatan murah untuk dirinya sendiri.

Ketika kesehatannya menurun, ia hampir tidak bisa berjalan dan wajahnya pucat. Wu akhirnya berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Ternyata Wu memiliki kondisi kesehatan yang parah dengan 3 katup rusak di hatinya.

Sebelumnya, ia menolak untuk menjalani perawatan medis karena biayanya yang mahal. Tak tega dengan kondisi Wu, teman dan saudaranya pun menyumbang dana agar ia bisa segera mendapatkan perawatan medis. Namun, ia tidak dapat menjalani operasi karena beratnya kurang dari 30 kilogram.

Menurut laporan dari Sin Chew, ia dikabarkan meninggal pada 13 Januari 2020lalu. Berita Kisah pilu gadis berusia 13 tahun dihamili ayah sendiri. Diam selama 4 tahun, meregang nyawa di rumah sakit saat melahirkan. Kisah tragis yang dirasakan oleh gadis berusia 13 tahun bernama ini adalah sebuah perjuangan yang harus diabadikan.

Masa depannya direnggut olehayahkandungnya sendiri, karena kebejatannya. Tapi ia hanya bisa bungkam dengan perlakuan ayahnya tersebut. Alasannya sang ayah selalu mengancam gadis ini jika berani bercerita kepada siapapun.

Hingga usia menginjak 13 tahun, hal yang tak diinginkan terjadi. Gadis yang harusnya menikmati masa indah remaja ini positif hamil. Dilansir dari Daily Mail (30/12/2019), pada 11 Desember 2019 yang lalu, Luana mengeluh sakit luar biasa pada perutnya.

Luana pun harus dilarikan ke rumah sakit regional Coari di . Saat diperiksa, dokter menyatakan sudah hamil 7 bulan. Sudah jatuh tertimpa tangga, Luana juga mengidap anemia akut.

Mau tidak mau Luana harus segera melahirkan bayinya meski masih berusia 7 bulan kandungan. Dokter di rumah sakit tersebut pun segera mengambil tindakan untuk menginduksi persalinan. Dan akhirnya gadis itu melahirkan bayi laki laki prematur, hasil perbuatan ayah kandungnya sendiri.

Kesehatan setelah persalinan justru semakin memburuk. Luana pun diperiksa oleh rumah sakit setempat itu, namun gadis malang itu ternyata masih menderita sejumlah komplikasi. Beberapa diantaranya adalah sirosis hati, kelebihan cairan pada paru paru, dan tekanan darah rendah.

Rumah Sakit di Coari yang di kota kecil tersebut pun lepas tangan dan tidak bisa menangani komplikasi yang Luana alami. Luana pun diterbangkan ke rumah sakit spesialis di Manaus, ibu kota negara bagian Amazonas, . Rumah sakit ini jaraknya 225 mil (300 Km) dari kota Coari tersebut dan takdir berkata lain.

Nyawa Luana tak bisa tertolong, ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kasus meninggalnya Luana ini membuat polisi segera melakukan penyelidikan. Terungkap ayahnya, Tome Faba (36), adalah ayah kandung dari cucunya sendiri.

Polisi menjadikannya DPO dan akhirnya Faba ditangkap di Kota Coari seminggu kemudian setelah kematian Luana. Tome Faba pada 27 Desember 2019 diadili, ia dituduh melakukan pelecehan sekaligus pembunuhan. "Remaja itu tinggal bersama orang tuanya di daerah pedesaan di luar kota," kata kepala polisi Coari, José Barradas, dikutip dari The Sun.

Polisi mengatakan, Luana sebenarnya paham ia hamil sejak dua bulan lalu. Tapi ia memilih menyembunyikan karena trauma dengan tindakan ayahnya. Ayahnya selama ini sering melakukan tindakan pemerkosaan kepadanya.

Luana Ketlen tak bisa selamanya menyembunyikan kehamilannya. Anggota keluarga yang lain saat itu mulai curiga jika Luana mungkin hamil. Bibi Luana membujuk sang keponakan untuk mengaku.

Luana sempat mengaku kepada bibinya kalau ia diperkosa ayah kandungnya. Bibi Luana segera melapor kepada ibu Luana tentang kejadian ini. Apa yang didapat? Justru ibu Luana tak percaya suaminya adalah pelaku.

Sementara itu kondisi bayi Luana yang lahir prematur saat ini sudah membaik. Dokter mengatakan bayi Luana kini dirawat secara intensif di unit neo natal rumah sakit. Bayi dari Luana dan ayahnya ini bertambah baik dan semakin sehat, juga sudah bernafas tanpa ventilator.

Sementara kisah ini juga menyita perhatianbanyakrakyat di . Mereka mengutuk keras aksi biadab ayah Luana dan berharap dia dihukum seberat beratnya.