Techno

6 Bulan Lagi Handphone Black Market Resmi di Blokir dari Indonesia karena Merugikan Negara

Tiga kementerian tengah bersinergi untuk menekan jumlah peredaran ponsel ilegal alias blackmarket (BM) di Indonesia. Dalam hal ini, Kementerian Kominfo menjadi ujung tombak untuk memblokir penggunaanponsel BM. Meski peraturannya akan ditandatangani sekitar pertengahan Agustus ini, Dirjen SDPPI, Ismail memprediksi bahwa butuh waktu sekitar enam bulan setelah kebijakan diteken untuk kemudian diimplementasikan.

Menurut Ismail, waktu tersebut dibutuhkan karena ketiga kementerian setidaknya harus memersiapkan 8 hal. Kedelapan hal itu adalah persiapan mesin SIRINA, penyiapan database IMEI, pelaksanaan tes, sinkronisasi data operator seluler, sosialisasi, penyiapan SDM, SOP tiga kementerian, dan penyiapan pusat layanan konsumen. "Perkiraan kami untuk delapan hal ini butuh waktu enam bulan. Setelah itu, peraturan tersebut akan live dan dieksekusi oleh operator.

Sebelum enam bulan pasti ada evaluasi lagi," ungkap Ismail dalam sebuah diskusi di kantor Kemenkominfo, Jumat (2/8/2019). Artinya jika penandatanganan kebijakan sesuai dengan jadwal yakni 17 Agustus, maka proses pemblokiran ponsel blackmarket akan dimulai pada 17 Februari 2020 mendatang. "Peraturan Menteri sudah siap secara draft , tapi harus konsultasi publik terlebih dahulu.

Kalau sudah submit ke menteri untuk persetujuan beliau, kisaran tanggal 17 Agustus," lanjut Ismail. Kendati demikian tidak tertutup kemungkinan bahwa proses pemblokiran bisa dimulai dalam waktu yang lebih cepat. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan bahwa waktu enam bulan yang diperkirakan oleh Kominfo adalah waktu paling lambat.

"Itu tadi kan dibilang, paling lambat (enam bulan)," kata Rudiantara kepada KompasTekno. Terakhir, Rudiantara mengatakan bahwa Kementerian Keuangan pun akan turut dilibatkan, khususnya untuk Dirjen Bea Cukai dan Dirjen Pajak. "Peraturan menterinya dibuat masing masing, bukan bersama.

Tetapi substansinya sama dan terintegrasi sehingga kebijakannya sektoral," pungkas Rudiantara. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengenai nasib ponsel ilegal yang dibeli sebelum tanggal 17 Agustus. Kemenperin memastikan bahwa ponsel blackmarket yang telah dimiliki sebelum tanggal 17 Agustus tidak akan langsung terblokir.

Selain itu pertanyaan yang juga sering muncul adalah bagaimana jika membeli ponsel di luar negeri setelah tanggal 17 Agustus tersebut. Nah menurut Kemenperin, setelah regulasi ditandatangani, pengguna tidak akan lagi bisa menggunakan ponsel yang dibeli di luar negeri. "Tidak, HP impor yang dibeli setelah 17 Agustus tidak dapat digunakan di Indonesia," tulis Kemenperin.

Sementara menurut Janu Suryanto, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, ketika dikonfirmasi apakah ponsel blackmarket akan diblokir sepenuhnya mulai Agustus, Janu tidak menjawab dengan nada yang pasti. Ia hanya meminta untuk menunggu regulasinya rampung terlebih dahulu. "Bisa jadi salah pengertian nantinya, tunggu saja ya kami sedang selesaikan aturannya," kata Janu.

Janu mengatakan, Kemenperin bersama pihak pihak terkait baru akan merampungkan regulasi pemblokiran ponsel ilegal terlebih dahulu. Pemerintah saat ini memang tengah berupaya untuk menekan angka peredaran ponselblack marketdi Indonesia. Pasalnya ponsel ilegal tersebut merugikan negara dari sektor pendapatan pajak.

Ada tiga kementerian yang terlibat yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kominfo. Ketiga kementerian tersebut memiliki peran masing masing dalam pemblokiran. Kementerian Perindustrian memiliki sistem validasi IMEI yang dapat mengecek apakah ponsel tersebut ilegal atau tidak.

Sementara Kementerian Kominfo nanti akan meminta operator seluler untuk memblokir jaringan yang digunakan oleh ponsel yang teridentifikasi ilegal, kemudian Kemendag akan mengawasi proses perdagangan ponsel tersebut. (Kompas.com/Yudha Pratomo) Tidak sedikit pembelian ponsel dilakukan dengan tidak membeli di pasar resmi atau legal. Dalam pasar ilegal atau black market di Indonesia sendiri saja masih banyak ditemukan ponsel ponsel yang tidak melalui cukai di berbagai Online Shop.

Namun, pemerintah sebenarnya sudah menyatakan keseriusannya untuk memberantas peredaran ponsel ilegal alias black market (BM). Informasi tentang penutupan gerai ponsel ilegal ini beredar sejak pertengahan tahun lalu. Dan baru baru ini kabar tersebut kembali hangat diperbincangkan oleh warganet.

Kabarnya, mesin bernama Device Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS) yang dapat mengidentifikasi ponsel black market , akan mulai diaktifkan pada Agustus mendatang. Dikutip dari KompasTekno , Senin (1/7/2019) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), selaku pihak yang mengembangkan sistem DIRBS mengatakan: Menurut Janu Suryanto, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, ketika dikonfirmasi apakah ponsel black market akan diblokir sepenuhnya mulai Agustus, Janu tidak menjawab dengan nada yang pasti.

Ia meminta untuk menunggu regulasi resminya rampung terlebih dahulu. "Bisa jadi salah pengertian nantinya" "Tunggu saja ya kami sedang selesaikan aturannya," kata Janu.

Janu mengatakan, Kemenperin bersama pihak pihak terkait baru akan merampungkan regulasi pemblokiran ponsel ilegal terlebih dahulu. "Payung hukum dulu, sedang dikerjakan dan rapat terus menerus." "Sedang dirapatkan terus untuk detail Permen (Peraturan Menteri) nya, mohon bersabar."

"Ada grace period, tentu hati hati dalam pelaksanaannya," kata Janu. Aturan tersebut, menurut Janu, harus dikerjakan dan diselesaikan dengan hati hati supaya dapat diimplementasikan dengan tepat, dan tidak berbalik menjadi merugikan. Secara teknis ia pun mengatakan bahwa mekanisme pemblokiran itu perlu pemahaman lebih jauh dan secara rinci.

Pasalnya ada beberapa hal rumit yang perlu dipahami, seperti penguasaan hardware , semikonduktor, hingga software . Patut ditunggu apakah kebijakan ini benar benar membersihkan ponsel ilegal tanpa cukai itu. Namun pasar ponsel ilegal atau black market di Indonesia sendiri cukup besar.

Tentang Penulis

Natalia Rahayu

Natalia Rahayu

Banyak dari kegagalan dalam hidup yang terjadi adalah, orang-orang yang tidak menyadari seberapa dekat mereka dengan kesuksesan ketika mereka memutuskan untuk menyerah.

Tanggapan Anda

Click here to post a comment