Metropolitan

5 Perampok di Kelapa Gading Ini Tak Segan Bacok Korbannya demi Sebuah Ponsel

Jajaran Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading menangkap empat orang pelaku perampokan. Keempatnya berinisialHTI, MYS, MFY, dan AO. Menurut keterangan polisi, keempat pelaku tidak segan melukai korbannya demi mendapatkan telepon genggam atau ponsel.

Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Jerrold Kumontoy mengatakan keempat pelaku ditangkap pada Selasa (16/7/2019) lalu usai mendapat laporan darikorbanyangmengalamilukabacokandari para pelaku. “Pada tanggal 13 Juni di Jalan Perintis Kemerdekaan, dekat halte Asmi, ada kejadian dimana korban dilewati lima orang tersangka dengan menggunakan dua motor,” kata Jerrold, Senin (22/7). Kelima pelaku yang melihat situasi cukup aman, kemudian menghampiri korban yangsedang menggunakan handphone di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan.

Tidak lama berselang, tersangka HTI langsung memukul korban tanpa berkata apapun. “Korban yang berbadan lebih besar dari HTI kaget dan berupaya melawan,” kata Jerrold. Melihat hal itu, teman teman pelaku yakni MYS dan MFY membantu dengan membawa celurit.

Mereka lalu menyabetkan celurit yang dibawa ke arah korban untuk mengambil handphonenya. “Korban kena di dada, hampir kena jantung dan luka sobekan di perut. "Handphone korban sudah diambil dan mereka para pelaku melarikan diri,” ucap Jerrold.

Korban yang ditemani seorang saksi lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kelapa Gading. TimResmob Polsek Kelapa Gading punmelakukan operasi hingga akhir para pelaku ditangkap pada 16 Juli lalu. Penangkapan para pelaku bermula saat patroli yang digelar di sekitaran Kelapa Gading,

Menemukan sekelompok anak muda mengendarai motor tanpa menggunakan helm. “Setelah dicocokkan dengan sejumlah laporan,satu di antara pemuda itu adalah tersangka HTI. "Lalu dilakukan pengembangan dan kami mendapat tiga pelaku lainnya yakni MYS dan MFY sebagai pembacok, dan jokinya, AO,” kata Jerrold.

Sementara itu, pelaku berinisial F yang pada saat kejadian juga membawa celurit, belum ditangkap dan masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Keempat pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentangpencuriandengan kekerasan. “Karena luka yang dialami korban cukup parah, maka ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara,” ucap Jerrold.