Internasional

19 Pelaut Tewas Rudal Iran Tak Sengaja Serang Kapal Mereka Sendiri

Sekira 19 pelaut tewas dan 15 lainnya luka luka setelah rudal Iran tak sengaja menyerang kapal mereka sendiri. Diketahui, rudal tersebut ditembakkan saat latihan di Teluk Oman dan mengenai kapal pendukung di dekat sasarannya. Lokasi tersebut berada sekitar 1.270 km (790 mil) tenggara Teheran di Teluk Oman.

"Pada Minggu sore, selama latihan dengan sejumlah kapal angkatan laut di perairan Jask dan Chabahar, kapal pendukung lampu Konarak mengalami kecelakaan," kata pernyataan tersebut. Lebih jauh, rudal menghantam Konarak, sebuah kapal pendukung kelas Hendijan, yang mengambil bagian dalam manuver. Televisi pemerintah mengatakan, Konarak telah menempatkan target di dalam air untuk menembaki kapal kapal lain ketika ditabrak.

"Fregat kelas Moudge Iran, Jamaran, secara tidak sengaja menabrak kapal Konarak dengan rudal selama latihan," lapor kantor berita semi resmi Iran Tasnim. Lebih jauh, kecerobohan dalam latihan itu menimbulkan pertanyaan baru tentang kesiapan angkatan bersenjata Iran ditengah meningkatnya ketegangan Iran dengan AS. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa bulan setelah mereka secara tidak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat Ukraina di dekat Teheran dan menewaskan 176 penumpang.

Secara terpisah, media Iran mengatakan, Konarak telah dirombak pada 2018 dan mampu meluncurkan rudal laut. Sebagaimana diketahui, kapal buatan Belanda dengan ukuran 47 meter (155 kaki) telah beroperasi sejak tahun 1988. Namun tidak ada yang memberikan rincian lebih lengkap dalam waktu dekat.

Berapa banyak anggota kru yang berada di kapal perang pada saat kecelakaan itu juga kabarnya belum diketahui. Lebih jauh, kantor berita Turki Anadolu melaporkan, sebanyak 40 anggota awak berada di kapal Konarak. Anadolu mengutip narasumber Pengawal Revolusi Islam Iran mengatakan, insiden itu dipersalahkan atas 'human error'.

Sebelumnya, Iran secara teratur mengadakan latihan di Teluk Oman, yang dekat dengan Selat Hormuz yang strategis. Media Iran jarang melaporkan kecelakaan selama latihannya dan menyoroti beratnya insiden tersebut. Kapal kapal Iran menarik Konarak ke pangkalan angkatan laut terdekat setelah serangan.

Sebuah foto yang dirilis oleh tentara menunjukkan bekas luka bakar dan kerusakan pada kapal. Lebih lanjut, insiden itu juga terjadi pada saat ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat. Hubungan antara kedua negara ini telah memburuk tajam sejak 2018.

Saat itu, Presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari kesepakatan nuklir (2015) antara kekuatan kekuatan utama dunia dan Iran. Washington kemudian menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran, yang mengakibatkan perekonomian lumpuh. Permusuhan Iran AS semakin dalam pada awal Januari 2020.

Sebagaimana diketahui, AS membunuh komandan militer Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Ibu Kota Irak. Selanjutnya, Iran membalas pada 8 Januari 2020 dengan menembakkan rudal ke pangkalan pangkalan di Irak di mana pasukan AS ditempatkan. Pada hari yang sama, angkatan bersenjata Iran menembak jatuh sebuah jet penumpang Boeing 737 yang terikat Kyiv atas Teheran, menewaskan semua 176 orang di dalamnya.

Terkait insiden tersebut, pihak militer mengakui "kesalahan katastropik". Pihak Iran mengatakan, itu terjadi ketika pertahanan udara Iran dalam keadaan siaga tinggi setelah menembakkan rentetan rudal ke sasaran Amerika di Irak. Pada April 2020, AS menuduh Iran melakukan manuver " berbahaya dan melecehkan " di dekat kapal perang Amerika di Teluk utara.

Iran juga telah dicurigai menyita tanker minyak berbendera Hong Kong sesaat sebelum itu. Analis telah memperingatkan ketegangan regional yang kemungkinan akan meningkat lagi. Pekan ini juga menandai peringatan serangan terhadap tanker minyak di dekat selat yang dipersalahkan AS atas Iran.